INFO IKLAN: IKLANRUNGAN@MAIL.COM
 Fashion Pria Keren

Mau Jadi Pembalap MotoGP? Ini Dia Caranya

Mau Jadi Pembalap MotoGP? Ini Dia Caranya
Jakarta, runganSport -- MotoGP semakin akrab saja dengan masyarakat Indonesia, terlebih setelah merebaknya wacana MotoGP Indonesia untuk tiga tahun mendatang mulai 2017.

Minat bibit-bibit mudapun semakin meluas untuk ikut di kelas Moto3, kelas Moto2 dan juga kelas utama MotoGP.

Indonesia memiliki atlet balap yang sangat banyak dengan talenta luar biasa. Hal ini bisa dilihat dari kekuatan rider Indonesia saat berjuang di Kejuaraan Balap Motor Asia (ARRC). Bahkan, untuk beberapa kategori misalnya balap underbone (bebek), pembalap Indonesia tampil sebagai raja tanpa tanding di lintasan.

Di balapan akbar internasional, Indonesia juga pernah menghadirkan beberapa nama besar seperti Doni Tata dan Rafid Topan Sucipto yang pernah berlaga di kelas Moto2.

Tapi sayang seribu sayang, semua pembalap Indonesia mering mengalami jalan buntu. Hal ini sangat disayangkan dan menjadi keprihatinan Sadikin Aksa (Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI)).

Aksa menyarankan agar semua pembalap Indonesia jangan langsung ingin membalap di kelas yang ditarget, harus memulai dari bawah dan bertahap.

"Rafid Topan itu salah satu program saya ketika menjadi wakil ketua IMI 2011-2015. Saya rasa dia tidak cukup siap baik secara fisik maupun mental. Dia dan juga Doni Tata saya rasa terlalu cepat berlaga di kelas Moto2," katanya seperti diberitakan Liputan6.com.

Lanjutnya, pembalap Indonesia yang memiliki potensi besar seharusnya dikirim terlebih dahulu untuk ikut berlaga di kejuaraan balapan Spanyol atau Italia.

"Spanyol itu bisa disebut kiblat balap motor dunia untuk saat ini. Kami akan mencar tim luar negeri untuk pembalap Indonesia dan silahkan bersaing di Spanyol atau Italia. Setelah itu baru targetkan untuk membalap di kelas Moto3, kelas Moto2 atapun kelas MotoGP," tutupnya. (DN/vH)
Sudah Tahu Yang Ini?
loading...
#Akses runganSport di browser ponsel Anda dengan sekali klik, download runganApp