INFO IKLAN: IKLANRUNGAN@MAIL.COM
 Fashion Pria Keren

Daftar Pembalap Bintang Korban 'Bisnis' MotoGP

Daftar Pembalap Bintang Korban 'Bisnis' MotoGP
Misano, runganSport -- Hampir setiap pembalap yang masuk ke MotoGP merupakan jebolan terbaik kelas dibawahnya, Moto2 dan Moto3, juga ada dari kejuaraan lainnya.

Itu artinya, hampir semua pembalap MotoGP mampu tampil cepat diatas motornya, satu hal membedakan mereka adalah mesin dan timnya itu sendiri.

Pembalap yang sukses masuk ke tim pabrikan dengan kontrak prioritas akan mendapat pelayanan lebih dibanding pembalap lainnya.

Tapi tak semua pembalap berkesempatan merasakan hal tersebut, apalagi di beberapa pabrikan hanya mempunya misi untuk menciptakan satu bintang yang nantinya akan menjadi icon untuk pasar mereka.

Misalnya di tim Movistar Yamaha, sudah ada Valentino Rossi, ia adalah bintang yang tak tertandingi lagi secara pasar, sosok Rossi sangat marketable dan telah menjadi ikon pasar motor Yamaha.

Rekan setim Rossi, Jorge Lorenzo adalah pembalap luar biasa yang super cepat, namun secara market sosok Lorenzo jauh dibawah bayang-bayang Rossi.

Persaingan penjualan produk baru saja terjadi disini, dimana tugas utama pabrikan lain (kompetitor Yamaha) adalah untuk membungkam kegemilangan seorang Rossi.

Langkah yang harus ditempuh adalah dengan menciptakan satu pembalap bintang yang super tangguh, yang diaharapkan akan mampu membendung laju Rossi di lintasan dan juga membungkam efek Rossi secara market.

Maka pabrikan tersebut menciptakan satu pembalap untuk menjadi bintang saingan Rossi, namun dibalik itu, ada beberapa pembalap potensial yang cepat di lintasan namun terjebak di lingkungan tim dan pabrikan tersebut.
Nama Aleix Espargaro, Stefan Bradl, Alvaro Bautista, Bradley Smith, Pol Espargaro, dan Andrea Iannone adalah beberapa korban dari bisnis tersebut.

Siapa yang tak kenal dengan Aleix Espargaro, dulu dengan motor yang paling buruk di MotoGP berlabel CRT dan Open Class mampu membungkam laju barisan depan, begitu juga dengan Bradl dan Bautista, keduanya adalah pembalap satelit yang mampu mengguncang barisan depan, terutama Bautista yang sejatinya memiliki kecepatan yang sama dengan mendiang Marco Simoncelli.

Mereka tidak bisa berkembang karena terbelit dengan beberapa masalah yang mungkin sedikit terselubung.

Yang terbaru adalah Cal Crutchlow, dalam dua balapan terakhir ia sukses mengguncang barisan depan, ini tak mengherankan, karena sebelumnya saat ia menjadi pembalap satelit Yamaha, ia juga langganan naik podium dan selalu merepotkan pembalap pabrikan.

Tapi lihat beberapa seri balap ke depan, Crutchlow akan kembali dibatasi. Juga mengapa pembalap seperti Dani Pedrosa yang sudah tidak bisa apa-apa lagi masih dipertahankan Honda, mengapa tidak diganti dengan pembalap lain seperti Crutchlow atau Jack Miller.

Satu hal yang pasti adalah, kebanyakan tim pabrikan tidak akan menempatkan "dua singa dalam satu kandang". Hal tersebut bisa menghambat terciptanya pembalap bintang yang akan menjadi ikon market mereka nanti. (DN/vK)
Sudah Tahu Yang Ini?
loading...
#Akses runganSport di browser ponsel Anda dengan sekali klik, download runganApp