INFO IKLAN: IKLANRUNGAN@MAIL.COM

Crutchlow: Mesin RC213V Lemah, Untung Pembalapnya Jago

Crutchlow: Mesin RC213V Lemah, Untung Pembalapnya Jago
Texas, runganSport -- Yamaha tetap menjadi motor MotoGP yang paling superior, dan kemenangan Marc Marquez di Austin tidak membuktikan Honda adalah mesin yang tangguh, melainkan karena pembalap Honda yang jago, demikian pendapat Cal Crutchlow.

Kemenangan Honda di Amerika menyamakan start yang didominasi Yamaha hingga musim 2017, yang dimulai dengan kemenangan back-to-back untuk Maverick Vinales.

Di Austin, Honda untuk pertama kalinya mendominasi balapan satu dan dua bersama Dani Pedrosa, sampai di lap akhir baru Valentino Rossi menyusul.

Tapi Crutchlow, yang berada di posisi keempat dengan Honda LCR-nya, berpendapat bahwa kehadiran tiga Honda di empat besar merupakan bukti kinerja pembalap, bukan mesin.

"Yamaha jauh lebih baik dari Honda di balapan di Austin dan pembalap Honda melaju jauh lebih baik dari motor Yamaha," katanya kepada EuroSport.

"Sederhananya, Marquez dan Pedrosa melakukan pekerjaan dengan baik. Pada satu titik saya pikir mungkin kita bisa membuatnya menjadi 1-2-3, tapi Rossi benar-benar menaikkan kecepatan di tengah balapan," lanjut Crutchlow.

Crutchlow juga mengatakan bahwa penurunan mesin Honda secara keseluruhan menunjukkan betapa sulitnya motor tetap bertahan.

Dia dan Marquez telah jatuh lima kali dalam sesi resmi pada 2017, dengan Pedrosa jatuh tiga kali.

Sementara dari pembalap Yamaha, Rossi belum mengalami kecelakaan sama sekali, sementara Vinales mengalami dua kecelakaan termasuk satu di balapan di Austin.

Johann Zarco dan Jonas Folger, para Rookie yang merupakan tim satelit Tech3 dari Yamaha, telah jatuh satu kali saja.

"Saya masih memiliki masalah yang sama seperti tahun lalu dengan front end," keluh Crutchlow.

"Semua orang bisa melihat berapa kali Honda jatuh karena masalah front end? Kami mendorong bagian depan terlalu keras dan itu tidak keren," imbuhnya. (DN/vL)
Sudah Tahu Yang Ini?
loading...