INFO IKLAN: IKLANRUNGAN@MAIL.COM

Penyebab Lorenzo Buruk di Ducati Karena Tanpa Winglet

Penyebab Lorenzo Buruk di Ducati Karena Tanpa Winglet
Bologna, runganSport -- Setelah sukses melakukan debut di Valencia November lalu, Ducati dan Jorge Lorenzo diharapkan dapat melakukan transisi yang lebih halus ke Desmosedici.

Tapi tim Ducati 'dihukum lebih dari yang kita duga' dengan larangan pada sayap, yang juga memberi kontribusi pada banyaknya masalah Lorenzo sepanjang pra-musim.

Karena tanpa sayap, bahkan Lorenzo mengeluh tentang jok motornya, namun setelah kembali ke posisi Ducati yang 'normal', Lorenzo juga mulai mempelajari rem belakang pada motornya.

Lorenzo yang membalap dengan super mulus saat bersama Yamaha jarang sekali menggunakan rem belakang selama sembilan tahun di Yamaha, namun Desmosedici memerlukan pendekatan agresif untuk pengereman dan masuk tikungn untuk mencapai waktu putaran yang kompetitif.
Penyebab Lorenzo Buruk di Ducati Karena Tanpa Winglet

Teknik pengereman belakang Lorenzo telah dikreditkan sebagai bagian penting dari kemajuannya bersama Ducati, yang berpuncak pada podium Ducati pertama di Jerez kemarin.

"Saya belajar bagaimana cara menghentikan motor dengan rem belakang," kata Lorenzo kepada Crash.

"Masih belum alami, tapi cepat atau lambat jadinya karena sudah sembilan tahun tanpa menggunakan rem belakang atau meluncur saat masuk ke tikungan," jelas Lorenzo.

"Sepertinya saya perlu menggunakannya, biarpun motornya berubah, saya harus selalu mencari cara untuk menggunakan motor semaksimal mungkin dan setiap motor memiliki cara yang berbeda untuk bersaing," tegasnya.

Merefleksikan enam bulan Lorenzo sebagai pembalap Ducati, direktur olahraga Paolo Ciabatti menjelaskan bahwa kesan pertama diberikan pada tes Valencia, di mana motor itu masih memiliki sayap, menyamarkan kesulitan yang ada di depan.

"Kami pikir ini akan menjadi transisi yang lebih mulus," ucap pria asal Italia itu. "Karena kami pikir kami tidak akan kalah banyak, terutama dalam situasi tertentu, tanpa sayap.

Kami merasa kami bisa mengatasi berbagai solusi. Namun sebaliknya, terutama di beberapa trek, kami memiliki banyak masalah dengan roda depan, yang tidak membantu karakteristik motor kami, yaitu banyaknya tenaga kuda dan juga di area pengereman, menjadi masalah besar karena tanpa downforce (sayap/winglet)," keluhnya.

"Kami menyadari bahwa kami telah dikenai sanksi lebih dari yang kami duga dan juga Lorenzo menyadari bahwa motornya lebih kompleks daripada yang dia duga dalam tes pertamanya.

Di Valencia kami masih memiliki sayap dan Lorenzo datang dari akhir pekan yang sangat sukses, jadi ini adalah kesan pertama yang sangat positif.

Tapi kemudian pada saat berikutnya dia menggunakan motornya di tes Sepang yang tanpa sayap, dia tidak merasa nyaman, maka dia pun mulai Memodifikasi ergonomi dan mencoba posisi duduk yang berbeda.

Tapi pada akhirnya itu tidak berhasil, jadi kami kembali ke posisi normal bagi Ducati dan dia belajar mengendarai motor yang berbeda dengan banyak menggunakan rem belakang, yang sama sekali tidak dia gunakan ketika bersama Yamaha," jelas Ciabatti. (DN/vL)
Sudah Tahu Yang Ini?
loading...