INFO IKLAN: IKLANRUNGAN@MAIL.COM

Malaysia Tak Khawatir Thailand dan Indonesia Ramaikan MotoGP

Malaysia Tak Khawatir Thailand dan Indonesia Ramaikan MotoGP
Kuala Lumpur, runganSport -- Sepang akan mempertahankan statusnya sebagai seri kedua terakhir setiap musimnya di MotoGP, menyusul datangnya event baru di negara-negara tetangga.

Malaysia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang sudah menyelenggarakan MotoGP sejak terakhir kali Indonesia pada 1997 silam.

Namun baru-baru ini, Thailand diperkirakan akan bergabung dalam kalender MotoGP pada 2018, sementara Indonesia sedang berusaha keras menyiapkan sirkuit agar bisa masuk juga di tahun yang sama.

Pengelola Sirkuit Internasional Sepang, Razlan Razali yakin, adanya seri baru di Asia Tenggara tidak akan mengurangi keramaian GP Malaysia, karena tingkat dukungan lokal masing sangat tinggi.

Lihat: MotoGP di Thailand, Mulai 7 Oktober 2018

"Kami sudah belajar dari kasus Singapura dengan event F1-nya, tapi saya berpikir untuk MotoGP Malaysia asalkan acara ini banyak didukung oleh penduduk setempat. Dan sekarang kita melihat proporsi 75-25, 75% lokal dan 25% penonton asing. Itu kuncinya," kata Razali kepada Crash. 

"Jadi Anda bisa menonton MotoGP di Thailand dan saya yakin orang-orang Malaysia masih akan datang dan mendukung acara kami.

Sebenarnya saya pikir ini bagus untuk wilayah ini karena Malaysia, Thailand, Indonesia, kami sangat menggilai roda dua!

Lihat: Tanpa Penonton dari Indonesia, MotoGP Malaysia Paling Sepi

Jadi sementara kami ingin bertahan menjadi satu-satunya di kawasan ini, pada saat bersamaan saya bisa Mengerti bahwa kami menciptakan monster sehingga Thailand menginginkannya, Indonesia juga menginginkannya," sambung Razali.

Razali mengungkapkan bahwa Sepang terus diperbaharui dengan negosiasi yang melibatkan negara-negara terdekat dan bahkan menyerahkan kesempatan untuk memilih tempatnya di kalender balap.

"Hal yang baik tentang Dorna adalah mereka terlebih dahulu berkonsultasi dengan kami dan sangat terbuka untuk memberi tahu kami, 'hei, kami berbicara dengan negara ini'. Mereka memberi kami hak untuk memilih tanggal yang kami inginkan," tegas Razali. (DN/FN) 
Sudah Tahu Yang Ini?
loading...