Poncharal: Movistar Yamaha Sering Contek Data Tech3

    SHARE
    Poncharal: Movistar Yamaha Sering Contek Data Tech3

    Sachsenring, runganSport — Tahun ini persaingan di MotoGP semakin memanas, terlebih dengan hadirnya para pembalap Satelit yang tangguh dan Rookie yang mengejutkan.

    Beberapa diantara mereka adalah duet Mosnter Yamaha Tech3, Johann Zarco dan Jonas Folger.

    “Karena situasi yang kompetitif, MotoGP kini semakin menarik. Kami sendiri sudah mengamankan dua podium lewat kedua pembalap kami, Zarco di Le Mans dan Folger di Sachsenring.

    Hasil tersebut membuat kita lebih mudah untuk meyakinkan sponsor kami. Saya tidak mengatakan bahwa pembalap kami akan berjuang untuk gelar juara dunia di akhir musim dengan mengalahkan pembalap pabrikan, Maverick Vinales dan Valentino Rossi.

    Tapi kami hanya berharap bisa tampil baik dalam keadaan apa pun,” ucap pemilik tim Tech3, Herve Poncharal seperti dimuat Tuttomotoriweb.

    Dibanding sebelumnya, sekarang para insinyur Jepang Yamaha semakin sering masuk ke paddock Tech3, mereka mencari data dan set-up sempurna untuk ban?. Mereka juga selalu datang sebelum kami,” sambung Poncharal.

    “Saya berbicara pada hari Sabtu, sehari sebelum balapan di Jerman dengan manajer tim Suzuki, Davide Brivio.

    Jika Anda memiliki situasi seperti di GP Catalunya, di mana empat pembalap Yamaha bolak-balik menggunakan ban kompon medium, tapi dua pembalap dari tim satelit bisa finis di depan pembalap pabrikan, ini artinya tim kami lebih baik. Karena masalah tersebut, kini Yamaha selalu melihat data kami,” kata pria Italia itu.

    Sementara Suzuki tidak punya pembalap satelit, jadi mereka tidak punya data tambahan sebagai perbandingan.

    Untuk Tech3, paket teknis mereka sebenarnya adalah yang versi 2016.

    “Paket teknis kami dari tahun lalu. Kami tidak menerima detail atau perangkat baru sejak seri pembuka di Qatar.

    Tapi kinerja kami malah sangat membantu para insinyur Yamaha ketika mereka mengembangkan M1, saat mereka terus mencoba sasis dan suspensi baru, mereka dapat mengetahui apakah mereka sudah mengembangkan ke arah yang benar atau tidak dengan membandingkan data kami dan data mereka,” pungkas pria Prancis itu. (DN/Lv)

    Sudah Tahu Yang Ini?

    loading...