Home Gosip Batalkan Kontrak, Repsol Honda Pecat Lorenzo di Akhir 2019?

Batalkan Kontrak, Repsol Honda Pecat Lorenzo di Akhir 2019?

Batalkan Kontrak, Repsol Honda Pecat Lorenzo di Akhir 2019?
Jorge Lorenzo (Repsol Honda) MotoGP Le Mans, Prancis 2019 / runganSport © Crash.

Le Mans, runganSport — Kontrak balap antara Jorge Lorenzo dan tim Repsol Honda pada awalnya berdurasi dua musim lamanya, yakni dari 2019 sampai dengan 2020 mendatang.

Tapi, media asal Spanyol, AS melaporkan bahwa Honda sudah memberikan peringatan terakhir kepada pembalap Mallorca itu seiring performanya yang belum meningkat sejauh ini.

Lorenzo menyelesaikan empat seri awal MotoGP musim 2019 bersama Repsol Honda dengan hasil yang sangat mengecewakan.

Ada banyak alasan dibalik kegagalan debut Lorenzo di tim Oranye, mulai dari cedera, adaptasi dan cedera susulan yang terjadi di balapan awal di Qatar kemarin.

Tapi melihat hasil sejauh ini, pihak Honda ternyata mulai sadar memilih Lorenzo ternyata bukan keputusan yang tepat.

Selain itu, juga ada beberapa pembalap yang sudah mengetahui kondisi ini dan mereka bisa saja mencuri kesempatan untuk menjadi pengganti Lorenzo di akhir tahun ini.

Repsol Honda sebenarnya masih memberikan kesempatan terakhir kepada Lorenzo sepanjang sisa balapan paruh pertama musim ini.

Jadi, Lorenzo mulai seri Prancis akhir pekan ini harus sudah mulai menunjukkan perkembangannya bersama Honda, atau paling tidak sampai seri Jerman nanti sebelum libur tengah musim.

Jika lewat dari waktu tersebut dan Lorenzo belum juga membawa Honda ke barisan depan, maka besar kemungkina Lorenzo hanya akan bertahan satu tahun di Repsol Honda.

“Walaupun sudah melakukan penandatanganan kontrak untuk 2019 dan 2020, tapi Lorenzo sudah mendapat peringatan, ia tidak akan bersama Repsol Honda lagi di tahun 2020 jika performa buruknya terus berlanjut,” demikian laporan AS.

Lorenzo hanya finis ke-13 di Qatar, 12 di Argentina, gagal finis di Amerika dan kembali finis ke-12 di Spanyol.

Hasil ini hanya memberikan Lorenzo 11 poin di kalsemen sementara dan harus puas berada di posisi 13. (DN/eV)