Home Gosip Gosip: Rea Gantikan Dovi di Ducati MotoGP 2021

Gosip: Rea Gantikan Dovi di Ducati MotoGP 2021

Gosip: Rea Gantikan Dovi di Ducati MotoGP 2021
Jonathan Rea (Kawasaki Racing Team) World Superbike / runganSport © Breaking News.

Jonathan Rea disebut telah mendapat tawaran dari tim pabrikan Ducati MotoGP untuk musim 2021, apakah akan menggantikan Andrea Dovizioso?

Milan, runganSport — Sudah saatnya bagi raja World Superbike, Jonathan Rea (Kawasaki Racing Team) mencari tantangan baru dalam hal adu kebut, tapi tim pabrikan MotoGP manakan yang butuh jasa jagoan 33 tahun?

Terlebih di akhir musim 2020 ini, semua kontrak pembalap Superbike akan berakhir, termasuk Rea.

“Masih terlalu dini untuk membicarakan masa depan saya,” kata juara dunia lima kali itu ketika masih di Australia beberapa waktu yang lalu.

“Saya akan memilih pilihan yang menurut saya terbaik,” tambah pria Inggris itu.

Rea sudah bersama tim pabrikan Kawasaki di Superbike sejak 2015 dan telah memenangkan lima gelar berturut-turut sejak saat itu.

Berdasarkan laporan salah satu media Italia, Rea disebut telah mendapat tawaran dari tim pabrikan Ducati MotoGP untuk 2021.

Apakah Rea disiapkan untuk menjadi pengganti Dovi di tim Merah Bologna?

“Laporan itu benar-benar omong kosong, saya juga mengatakan kepada wartawan itu,” bantah Direktur olahraga Ducati, Paolo Ciabatti.

Ducati memang sudah kehilangan banyak pilihan utama untuk 2021, tapi masih ada nama Andrea Dovizioso, Danilo Petrucci dan Francesco Bagnaia.

“Saya telah berbicara dengan banyak pabrikan tentang banyak hal, tapi tidak pernah dengan Ducati tentang MotoGP,” tutur Manajer Rea, Chuck Aksland sebagaimana dimuat Speedwek.

“Prioritas Rea adalah tetap di World Superbike. Untuk pindah ke MotoGP dengan usia 33, Anda harus menawarkan paket yang tepat kepadanya.

Maka dia pasti akan tertarik, tapi paket ini harus sangat baik untuk memikatnya menjauh Superbike,” tambah Aksland.

Rea bukan tak mau ke MotoGP, tapi dengan jelas ingin membuat langkah cerdas yang realistis.

“Saya tidak mengatakan hal buruk tentang MotoGP. MotoGP adalah puncak balap motor. Bukan karena pembalap dapat memilih opsi mereka, mereka mendapatkannya dan harus
berurusan dengan mereka.

Kita tidak bisa menentukan masa depan kita sendiri. Saya tidak bisa mengatakan saya ingin bergabung dengan Repsol Honda atau Monster Yamaha MotoGP.

Saya sudah berbicara dengan tim MotoGP berkali-kali selama karir saya, kadang-kadang saya mendapat tawaran, tapi saya belum pernah mendapat kontrak tim MotoGP yang benar-benar siap untuk ditandatangani.

Bahkan dari tim Satelit yang, kenyataannya adalah bahwa dengan Kawasaki saya punya tim hebat yang memberi saya kesempatan untuk memenangkan balapan.

Ketika sesuatu yang lebih baik muncul di sudut yang membuat saya lebih bersemangat, saya tentu memikirkannya.

Tetapi saat ini saya tidak bisa berada di tempat yang lebih baik (Selain Superbike),” seru Rea tanpa maksud meremehkan MotoGP.

Usai Rea juga menjadi faktor lainnya, karena di MotoGP saat ini sudah ada banyak rider muda bertalenta, sebut saja Fabio Quartararo dan pembalap segenerasi dengannya.

Walau demikian, manajer Rea berpikir bahwa pembalapnya cukup berbakat untuk menjadi juara dunia di MotoGP.

“Saya tak pernah siap untuk MotoGP. Saya berada di puncak karier. Berkendara untuk tim pabrikan seperti Kawasaki, yang dengannya saya bisa memenangkan balapan dan gelar, adalah sesuatu yang istimewa,” tambah Rea mantap.

Baca: Jadwal Kacau, Malaysia Siap Gelar Seri Pembuka MotoGP 2020

Menarik untuk menanti pilihan pembalap untuk Ducati 2021 mendatang. (DN/eV)

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here