Home Gosip Jika Indonesia Masuk Kalender MotoGP, Maka Spanyol Keluar

Jika Indonesia Masuk Kalender MotoGP, Maka Spanyol Keluar

Jika Indonesia Masuk Kalender MotoGP, Maka Spanyol Keluar
Francesco Bagnaia (Alma Pramac Racing Ducati) vs Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) vs Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha), Race MotoGP Losail, Qatar 2019 / runganSport © MotoGP.

Jakarta, runganSport — Sejak musim 2018 lalu, MotoGP telah menyelenggarakan 19 seri dalam satu musim, terbanyak sejauh ini dan direncanakan akan lebih banyak lagi di tahun berikutnya.

Total yang direncanakan oleh Dorna Sport selaku penyelenggara balap adalah 20 seri, lebih dari itu akan sulit terlaksana karena ada banyak protes dari para pembalap.

Mayoritas pembalap tak setuju dengan balapan yang terlalu banyak dalam satu musim kompetisi dan 20 seri dalam setahun dirasa sudah paling maksimal.

Sementara saat ini ada empat negara yang disebut-sebut berpeluang besar untuk menjadi tuan rumah MotoGP, mulai Finlandia, Indonesia, Brasil dan Meksiko.

Finlandia direncakan akan masuk ke kelender balap MotoGP mulai tahun 2020 mendatang, dan dipertengahan tahun ini sirkuit Kimy Ring sudah dijadwalkan untuk di uji coba.

Kemudian Indonesia juga sangat serius diagendakan akan mulai menggelar MotoGP pada 2021 mendatang di sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Jika kedua negara ini berhasil masuk ke kalender balap sesuai jadwal, maka akan ada 21 seri balap dalam satu musim dan angka tersebut jelas melebihi batas maksimum.

Artinya, akan ada satu seri lama yang akan dihapus oleh penyelenggara nantinya.

Saat ini semua negara tuan rumah MotoGP masing-masing punya jatah satu seri balap, kecua dua negara, Italia dan Spanyol.

Italia menyelenggarakan balapan dua seri dalam satu musim, Mugello dan Misano, sedangkan Spanyol lebih banyak lagi, yakni empat seri. Spanyol ada Jerez, Catalunya, Aragon dan Valencia.

Jika Finlandia masuk mulai 2020 mendatang dan Indonesia bergabung pada 2021 kemudian, maka salah satu seri spanyol bisa menjadi korbannya.

Bisa jadi di sirkuit Jerez atau Catalunya atau di dua tempat lainnya, tapi untuk sejauh ini belum ada pengumuman terkait hal itu.

“Tes di Spanyol harus beradaptasi dengan apa yang kita butuhkan, dan untuk itu mungkin melibatkan rotasi,” kata Bos Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta sebagaimana dimuat Diario de Jerez.

Artinya, di tahun-tahun mendatang MotoGP bisa saja menggelar tes di sirkuit lain dengan meninggalkan sirkuit-sirkuit di Spanyol.

Empat sirkuit Spanyol dalam beberapa tahun terakhir ini, selain untuk menggelar seri resmi, juga untuk tes dan uji coba motor, Valencia dan Jerez untuk tes Pra-musim, sedangkan Catalunya dan Aragon biasanya untuk tes tengah musim.

Di satu sisi, Dorna Sport sangat menginginkan MotoGP bisa kembali ke Indonesia dan sudah sejak lama mereka merencanakan hal ini, mengingat Indonesia sangat penting bagi industri motorsport. (DN/eV)

NEXT: Bos Honda Team Asia Puji Performa Dimas Ekky di Qatar