Home Gosip Pedrosa-Lorenzo Pensiun Karena ‘Dirusak’ Marquez

Pedrosa-Lorenzo Pensiun Karena ‘Dirusak’ Marquez

Pedrosa-Lorenzo Pensiun Karena 'Dirusak' Marquez
Marc Marquez (Repsol Honda) vs Jorge Lorenzo ((Repsol Honda) MotoGP Motegi, Jepang 2019 / runganSport © HRC.

Dominasi Marc Marquez disebut sebagai perusak dua mantan rekan setimnya, Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo.

Valencia, runganSport — Dalam dua musim terakhir ini ada dua juara dunia yang memutuskan untuk berhenti dari MotoGP.

Mereka adalah Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo, keduanya sama-sama berasal dari Spanyol dan sama-sama pensiun saat membela tim Repsol Honda.

Pedrosa mengakhiri karir balap Grand Prixnya pada akhir musim 2018 kemarin, kemudian disusul oleh Lorenzo pada akhir musim 2019.

Jadi, dalam tujuh musim terakhir ini terhitung ada tiga pembalap yang pensiun dari MotoGP saat membela Repsol Honda, termasuk Casey Stoner pada 2012 silam.

Rata-rata mereka pensiun di usia yang masih muda, Stoner dulu bahkan saat usianya baru 27 tahun, kemudian Pedrosa tahun lalu berumur 33 tahun dan sekarang Lorenzo baru 32 tahun.

Khusus untuk Stoner, dia memilih pensiun dari mulai merasa jengkel dengan dunia balap itu sendiri, tapi lain ceritanya dengan Pedrosa dan Lorenzo.

Dengan pensiunnya Stoner, datanglah sang pengganti, dia adalah Marc Marquez, dan kedatangan Marquez ternyata akhir dari karir beberapa pembalap.

Marquez mampu mengubah sejarah MotoGP, mempercepat perubahan generasi yang akan jauh lebih lambat dan lebih bertahap tanpa dia.

Tak dapat dihindarkan bahwa pembalap yang mulai “tua”, hanya Valentino Rossi, Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow yang masih bisa menentang.

Honda yang dulunya kuat bersama Pedrosa, setelah menjadi referensi di selama bertahun-tahun, segera dikesampingkan dengan kedatangan fenomena Marquez.

Pedrosa sebenarnya masih bisa melawan selama beberapa musim, tapi kemudian dia juga harus menyerah dan pada tahun 2018 dia memutuskan pensiun.

Sama seperti Lorenzo pada tahun 2019, benar-benar dihancurkan oleh motor yang tidak mungkin ia tangani karena perbedaan besar dengan rekan setimnya (Marquez).

Berbeda dengan Stoner, di tahun pensiunnya ditutup sebagai pemenang, sementara Pedrosa dan Lorenzo jauh dari barisan depan di tahun terakhir mereka.

“Hanya beberapa tahun yang lalu, tidak terpikirkan bahwa Pedrosa dan Lorenzo akan pensiun karena kurangnya hasil,” ujar pembalap Ducati, Andrea Dovizioso sebagaimana dimuat Motoit.

Jadi, siapa pun yang berdiri di sebelah Marquez (sebagai rekan setim) tidak berhasil menahannya dan akhirnya hancur.

Apakah benar demikian atau ada analisa lainnya? (DN/eV)

10 COMMENTS

  1. Benar, yang kagak terima tapi tidak menyertakan alasan adalah fans dungu yang bisanya cuman ngomong kotor. Padahal yang disampaikan Admin adalah fakta, motor Honda dibuat untuk style Marc, lihat saja siapa pembalap Honda yang berada didepan? Marc doang kan! Lihat ducati dan Yamaha, selalu ada pembalap mereka dengan posisi yang tidak terlalu jauh. Fakta, Marc membuat motor supaya dia saja yang bisa mengendarai. Dan ini juga dia sudah utarakan. kalau masih ngeyel berarti Fan dungu!

    • Begitu juga MM 93 ketika masih di motogp 2 menggunakan motor suter , hanya MM93 yang menggunkan motor suter repsol bisa juara pokok nya semua nya didesain untuk MM93.

  2. Marc pernah bilang, dia hanya butuh motor yang cepat, bukan motor yg enak dipakai..
    artinya Honda mendekati power Ducati, dan bukan seperti Yamaha yg enak dipakai tapi lebih lambat.. Kalau gak bisa pakai Ducati atau Honda, pindah ke Yamaha aja yg enak dipakai.. Karena kesulitan mengendarai itu adalah urusan skill masing2..
    Marc bisa lebih menggila di Ducati, tapi jangan harap di Yamaha..

  3. Semua pembalap pasti butuh motor yang bisa cepat. Kalo Motor yg enak dikendarai cocoknya untuk TOURING.

  4. Bersenang2 lah dulu skarang fans honda karna msih ada marq… Stelah itu mewek kemudian ktika d tinggal kan… Crita nya hampir sama kyk rossi dulu d honda… Pas d tinggalin honda juara dunia nggk hehe… Dah gtu ajaa…

  5. Sbg admin harus tdk berat sebelah dlm menulis artikel jd jgn vuma mngharap jumlah pembaca tp yg utama perhatikan mutu tilisan

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here