Home Liputan Khusus Pembalap MotoGP Bukan SUPERHERO

Pembalap MotoGP Bukan SUPERHERO

Pembalap MotoGP Bukan SUPERHERO
Valentino Rossi, MotoGP Silverstone, Inggris 2018 / runganSport © MotoGP.

Silverstone, runganSport — Para pembalap MotoGP bisa saja menjadi Hero, tapi tak akan bisa menjadi Super, apalagi menjadi Superhero, kedigdayaan mereka terbatas dan tak mampu melawan kekuatan alam.

Jadi, adalah normal jika akhirnya MotoGP Inggris diputuskan untuk ditiadakan dengan alasan keamanan pembalap.

Berawal dari kecelakaan pembalap Satelit Avintia Ducati, Tito Rabat di Latihan Bebas 4 saat lintasan basah.

Para pembalap MotoGP mulai mengantisipasi, jika balapan berlangsung dalam kondisi lintasan basah kuyup, maka sama saja dengan bunuh diri.

Sehari sebelum balapan berlangsung, Sabtu (25/6) kemarin, Silverstone sudah diprediksi bakal di guyur hujan, puncaknya pada siang hari.

Melihat kondisi yang ada, penyelenggara balap akhirnya memajukan jadwal kelas utama 90 menit lebih awal.

Lihat: Cuaca Buruk, Jadwal Balap MotoGP Inggris Dimajukan 90 Menit

Tapi, Minggu (26/8) hujan turun lebih awal sesaat setelah sesi Pemanasan belangsung, kemudian balapan kelas utama ditunda, sementara kelas Moto2/Moto3 belum mendapat kepastian jadwal balap.

Sembari menunggu, MotoGP terhitung lebih dari tiga kali mengundur jadwal kelas utama, sampai akhirnya mereka kelelahan dan kehabisan waktu, hujan tak kunjung reda.

Akhirnya, keputusan berat untuk semua pihak dikeluarkan, yakni pembatalan balapan.

Keputusan ini hanya di tentang oleh dua pembalap, Jack Miller dan Johann Zarco, selebihnya setuju bahwa lintasan Silverstone berbahaya dalam kondisi basah.

Setelah keputusan diumukan, datangkan penjelasan mengapa hal itu bisa terjadi.

Penyelenggara balap besama Race Direction dan Komisi Keselamatan MotoGP menjelaskan bahwa aspal baru dan banyaknya gundukan di beberapa titik menjadi penyebab utama buruknya sistem drainase sirkuit Silverstone.

Membuat air tergenang di banyak titik di sirkuit, kondisi inilah yang sebenarnya menjadi momok bagi mayoritas pembalap.

Jika dipaksakan untuk balapan, genangan air akan membuat ban motor tak bisa menyentuh permukaan aspal dengan daya cengkeram optimal, yang tentu saja menjadi ancaman serius bagi keselamatan 23 pembalap (Rabat, DNS).

Penonton tentu sangat kecewa dengan keputusan ini, terutama mereka yang datang langsung ke sirkuit, mengeluarkan uang dan kehilangan banyak waktu, pembatalan menjadi hal yang sangat mengecewakan.

Lihat: Penonton GP Inggris Marah, Minta Uang Tiket Dikembalikan

Semua pembalap sudah menyampaikan permintaan maaf mereka dengan penuh penyesalahan lewat media sosial masing-masing.

Intinya, mereka menekankan bahwa sosok pembalap juga manusia biasa yang tak sanggup melawan kehendak alam.

Lalu, mengapa balapan yang berujung pembatalan dipaksakan harus di hari Minggu, mengapa tidak diundur saja ke hari Senin?

Presiden IRTA yang juga petinggi Tim Satelit Monster Yamaha Tech3, Herve Poncharal menjelaskan bahwa kebanyakan tim pabrikan tak setuju jika balapan berlangsung hari Senin (27/8) ini.

Lihat: Terbongkar! Tim Pabrikan Hambat Balapan Hari Senin

MotoGP akan kembali dalam dua Minggu ke depan untuk seri ke-13 di sirkuit Misano dalam MotoGP San Marino. (DN/eV)

NEXT: GP Inggris Batal, Bos Suzuki: Kami Malu Seluruh Dunia

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here