Home Moto2 Analisis: Dimas Ekky Harus Klasemen 9 Jika Ingin ke MotoGP

Analisis: Dimas Ekky Harus Klasemen 9 Jika Ingin ke MotoGP

Analisis: Dimas Ekky Harus Klasemen 9 Jika Ingin ke MotoGP
Dimas Ekky Pratama, Idemitu Honda Team Asia Moto2 2019 / runganSport © AHM.

Jakarta, runganSport — MotoGP musim 2018 telah diramaikan dua pembalap pendatang baru dari kawasan Asia, mereka adalah Hafizh Syahrin asal Malaysia dan Takaaki Nakagami dari Jepang.

Syahrin naik bersama tim Satelit Monster Yamaha Tech3 secara mendadak karena harus menggantikan pembalap asal Jerman, Jonas Folger yang sakit.

Sementara Nakagami naik menjadi pembalap kedua di tim Satelit LCR Honda dengan sponsor Idemitsu, walau ia satu tim bersama Cal Crutchlow, tapi punya sponsor utama yang berbebda.

Crutchlow dengan nama tim LCR Honda Castrol, sementara Nakagami dengan nama LCR Honda Idemitsu.

Syahrin naik ke MotoGP setelah menghabiskan empat musim di kelas Moto2 sejak debutnya pada 2014 lalu, sebelumnya ia sempat menjajal mendapat beberapa fasilitas wild card pada 2011 sampai 2013.

Klasemen terbaik Syahrin selama di kelas Moto2 terjadi di musim 2016, saat itu ia berhasil finis ke-9 klasemen akhir dengan 118 poin, finis terbaiknya sepanjang musim adalah posisi keempat di Qatar, Catalunya, dan Inggris.

Sementara Nakagami, memulai debut Moto2 pada musim 2012 lalu, artinya ia sudah menghabiskan enam musim ke kelas menengah itu.

Finis klasemen terbaiknya yakni posisi ke-6 pada musim Moto2 2016, saat itu rider asal Jepang itu berhasil mengoleksi 189 poin akhir dengan tiga kali naik podium.

Moto2 2019 kedatangan satu pembalap baru asal Indonesia, Dimas Ekky Pratama, yang juga punya mimpi menembus MotoGP.

Baca: Cerita Dimas Ekky Bisa Menembus Moto2 2019

Sebelum Dimas tampil di Moto2, sudah ada beberapa nama pembalap asal Indonesia yang pernah meramaikan kelas tersebut, seperti Rapid Topan Sucipto dan Toni Tata Pradita, namun sayang keduanya tak sempat punya karir panjang di Grand Prix.

Dimas Ekky mungkin akan punya peluang lebih baik, selain karena tampil cukup solid di ajak CEV Repsol Moto2 musim 2018, Moto2 musim 2019 juga akan menggunakan mesinbaru untuk semua pembalap, yakni Triumph.

Kondisi ini bisa jadi keuntungan tersendiri baginya, tapi juga berpotensi sebaliknya.

Jika Dimas Ekky ingin naik ke MotoGP, hasil seperti apa di kelas Moto2 yang akan membawanya ke kelas utama?

Bersadarkan analisa dari dua pembalap Asia di atas, Syharin dan Nakagami yang sudah berhasil menembus MotoGP, Dimas Ekky paling tidak harus finis klasemen sembilan (P9) di Moto2 lebih dahulu.

Bersadarkan pencapaian klasemen terbaik Syahrin, yang membawanya menjadi pembalap Malaysia pertama di kelas utama.

Posisi klasemen akhir 9 yang menjadi patokan ini berdasarkan hasil klasemen terbaik paling rendah dari hasil terbaik antara Syahrin dan Nakagami selama berada di Moto2.

Baca: Ini Target Dimas Ekky di Moto2 2019

Tapi, mungkin Dimas Ekky butuh waktu lebih banyak di Moto2 dulu sebelum punya kesempatan naik ke MotoGP, sebagaiman Syharin dan Nakagami yang sudah bermusim-musimberjuang di Moto2 sebelum akhirnya bisa menikmati MotoGP.

Selain itu, dukungan besar dari sponsor juga penting, mengingat Syharin dan Nakagami naik ke MotoGP dengan jalan yang berbeda.

Syahrin naik karena pertimbangan usia muda, bertalenda dan sedikit spekulasi dari Herve Poncharal, berbeda dengan Nakagami yang didukung langsung oleh Idemitsu, membawanya ke samping Crutchlow di LCR Honda.

Semoga Dimas Ekky bisa menjalani debut yang manis di Moto2 2019, agar jalannya ke MotoGP kian mulus. (DN/eV)

NEXT: Penyebab Stoner vs Marquez Bermusuhan