Home Moto2 Dimas Ekky Sebut Sirkuit Austin Mungkin Paling Sulit

Dimas Ekky Sebut Sirkuit Austin Mungkin Paling Sulit

Dimas Ekky Sebut Sirkuit Austin Mungkin Paling Sulit
Dimas Ekky Pratama (Idemitsu Honda Team Asia), MotoGP Losail, Qatar 2019 / runganSport © Instagram/Dimas Ekky Pratama.

Jakarta, runganSport — Moto2 musim 2019 menjadi salah satu tahun terpenting dalam karir balap rider asal Indonesia, Dimas Ekky Pratama.

Di 2019 ini, Dimas mendapat kesempatan membalap setahun penuh di Moto2 sebagai pembalap resmi dengan bergabung bersama Idemitsu Honda Team Asia.

Sebelumnya, Dimas sempat tampil di tiga kesempatan berbeda di kelas Moto2, saat itu statusnya hanyalah sebagai pembalap pengganti dan wildcard.

Tapi sekarang ia adalah salah satu dari 32 pembalap resmi di kelas Moto2 musim 2019.

Menjadi seorang Rookie bukan tugas yang mudah bagi Dimas, karena ini adalah musim perdananya, maka ada banyak lintasan Moto2 yang belum pernah ia jajal sebelumnya.

Selama berlaga di CEV Repsol Moto2 Junior Eropa, Dimas mungkin sudah akrab dengan beberapa sirkuit di Spanyol yang kebetulan juga digunakan oleh Moto2.

Namun ada banyak sirkuit lain Moto2 yang tertelak di luar Spanyol dan sama sekali belum pernah dirasakan langsung oleh Dimas.

Baca: Dimas Ekky Mantapkan Strategi Hadapi Moto2 Argentina

Mungkin salah satu yang akan menjadi tantangan terberat bagi Dimas di tahun awalnya di Moto2 ini adalah sirkuit Austin, Texas dalam Moto2 Amerika nanti.

Dimas menyebut Austin mungkin bisa menyulitkannya karena beberapa alasan, termasuk karena memilki lintasan lurus yang sangat panjang, tak hanya satu tapi dua lintasan lurus.

Selain itu, karakter Austin juga memiliki trek yang turun naik.

Dari 19 sirkuit di Moto2 tahun ini, hanya ada sekitar enam sirkuit yang sudah dikenal dengan baik oleh Dimas, selebihnya Dimas masih butuh adaptasi serius dengan trek.

Latihan Bebas pertama di tiap serinya akan menjadi sangat penting bagi Dimas, sesi ini tentu akan dimanfaatkan olehnya dengan sebaik mungkin untuk bisa mengenal langsung dan lebih detail dengan karakter sirkuit, termasuk di titik-titik mana saja pada sirkuit untuk pengereman, cornering dan akselerasi.

Untuk mengakali hal itu, Dimas juga mempelajari sirkuit yang masih asing baginya dengan permainan konsol atau video YouTube.

“Untuk bisa lebih mengenal sirkuit baru bisa lewat permainan (konsol) bisa dengan YouTube juga,” kata Dimas sebagaimana dimuat CNN Indonesia.

Lewat dua cara tersebut, Dimas bisa jadi tahu sedikit tentang seluk beluk sirkuit sebelum turun langsung untuk mencobanya, mengingat waktu Dimas juga terbatas di tiap sesinya.

“Setidaknya kami tahu sudutnya seperti apa, yang walaupun detailnya antara yang ada di video dengan di kenyataan bisa berbeda,” jelasnya menambahkan.

Seri Moto2 berikutnya akan berlangsung di sirkuit Termas de Rio Hondo di Grand Prix Argentina, sirkuit ini juga masih asing bagi Dimas.

Setelah Argentina, baru kemudian Moto2 akan beradu kebut di lintasan Austin di Texas dalam Grand Prix Amerika. (DN/eV)

NEXT: Honda Ternyata Pakai ‘Winglet Ilegal’, Ducati Siap Lapor Balik