Ribut! Fernandez Tuduh Tim Ajo Sengaja Menggagalkannya Juara Moto2 2021

0
1909
Ribut! Fernandez Tuduh Tim Ajo Sengaja Menggagalkannya Juara Moto2 2021
Raul Fernandez (Red Bull KTM Ajo) Moto2 Valencia, Spanyol 2021 / runganSport © Motorsport Images.

Raul Fernandez tuding tim Red Bull KTM Ajo tidak memberikan dukungan penuh kepadanya, karena itu dia gagal merebut gelar juara dunia.

Jerez, runganSport — Debutan asal Spanyol, Raul Fernandez harus mengakui kekalahan dari rekan setimnya sendiri tim tim Red Bull KTM Ajo, Remy Gardner dengan selisih empat poin di kelas Moto2.

Menurutnya, Fernandez mengatakan bahwa ia hanya menerima sedikit dukungan dari tim dan karena itu kalah dalam perebutan gelar juara dunia Moto2 2021.

“Masalahnya adalah kami tidak memiliki siapa pun untuk membimbing kami. Itu sebabnya kami tidak berhasil meraih gelar,” kata Fernandez dalam wawancara dengan Motorsport edisi Spanyol, sebagaimana dimuat Motorsport-Total.

“Jelas bahwa saya bukan juara dunia, tapi secara moral saya telah mencapai sesuatu,” sambungnya mengutarakan maksud.

“Dengan tim saya, maksud saya mekanik saya. Saya beruntung mendapatkan grup khusus seperti itu. Tapi masalahnya adalah kami sangat tidak berpengalaman dan tidak ada yang membimbing kami. Itu sebabnya kami tidak berhasil menjadi juara dunia,” keluhnya.

Pernyataan Fernandez ini jelas menjadi pukulan keras bagi bos tim Aki Ajo, yang selama ini dikenal sangat mendukungan talenta muda. Tapi Fernandez melihatnya secara berbeda. Menurutnya, Gardner lebih didukung dan karenanya berhasil menjadi juara dunia.

“Secara moral, sudah terbukti bahwa saya adalah pembalap terkuat. Saya mendapat kemenangan terbanyak, pole dan lap tercepat.

Gardner juara dunia karena dia mengumpulkan lebih banyak poin (konsisten). Tapi dengan kecepatan saya, saya merasa juara secara moral,” terangnya.

Sebagai perbandingan, Gardner yang berhasil menjadi juara dunia hanya memenangkan lima balapan, tapi hanya satu kali gagal finis.

Sementara Fernandez meraih delapan kemenangan, sayangnya gagal finis sebanyak tiga kali.

Ketika ditanya apakah Gardner lebih pintar, Fernandez menjawab; “Tidak. Saya tidak punya tangan penuntun,” serunya.

“Sebuah tangan yang memperingatkan saya sebelum Anda tersandung batu seperti yang saya lakukan ketika saya masih kecil. Sosok yang membimbing kita dan membantu kita untuk menang, dan bukan orang yang menempatkan rintangan di jalan kita sehingga kita tidak berhasil,” serunya lagi.

“Sebagai juara dunia, tentu saja mudah untuk mengatakan bahwa Anda lebih pintar jika Anda sudah berada di kelas ini selama enam tahun.

Tidak, dia tidak lebih pintar. Sangat sedikit rintangan yang menghalangi jalannya,” tambah Fernandez yakin.

Ketika ditanya apakah timnya menghalangi jalannya, dia menjawab dengan jelas; “Ya. Semua orang dapat memahami ini seperti yang mereka inginkan, tapi kami mengetahuinya. Kami berkeringat darah dan air. Kami berbicara tentang pertengahan musim dan semua orang (mekanik saya) mengalami kesulitan,” tutur pembalap Madrid itu.

“Ketika kami merayakan kemenangan saya di Austin, ada orang-orang di pit yang tidak bertepuk tangan atau mengucapkan sepatah kata pun,” terang Fernandez memberi contoh.

Baca: Hasil Tes Resmi Jerez Hari 1 – Persiapan MotoGP 2022

Terlepas dari perbedaan pandangan ini, Fernandez dan Gardner sama-sama akan naik ke MotoGP dan kembali menjadi rekan satu tim di Tech3 KTM. (DN/eV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here