Home Moto2 Telat ke Moto2, Dimas Ekky Sulit Naik ke MotoGP

Telat ke Moto2, Dimas Ekky Sulit Naik ke MotoGP

Telat ke Moto2, Dimas Ekky Sulit Naik ke MotoGP
Dimas Ekky Pratama (Idemitsu Honda Team Asia), Moto2 Losail, Qatar 2019 / runganSport © Instagram/Dimas Ekky Pratama.

Jakarta, runganSport — Dari sepuluh pembalap pendatang baru di kelas Moto2 musim 2019 ini, Dimas Ekky Pratama adalah rider debutan paling tua.

Pembalap asal Depok itu saat ini sudah berusia 26 tahun, bahkan usia Dimas jauh lebih tua dibanding dengan empat rookie kelas utama tahun ini.

Usai pembalap di Grand Prix sangat penting, terutama jika ingin punya karir balap yang panjang, apalagi ingin menembus kelas MotoGP, usia menjadi salah satu faktor penting.

Dimas yang menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di Moto2 tahun ini, peluangnya diperkirakaan akan sulit menembus MotoGP suatu hari nanti, terlepas dari bagaimana hasilnya di Moto2 tahun ini.

Dimas termasuk pembalap yang sangat telat masuk ke Moto2 di usianya yang sudah 26 tahun.

Baca: Dimas Ekky Rookie Paling Tua di Moto2 2019

Di atas kertas, mungkin Dimas punya peluang paling tipis naik ke MotoGP jika ada kesempatan nantinya.

Sebagai perbandingan, dua pembalap asal Asia bagian Timur yang sudah berada di kelas utama, Takaaki Nakagami dan Hafizh Syahrin.

Kedua pembalap ini naik bersamaan di tahun 2018 lalu ke MotoGP, Nakagami di usia 26 tahun dan Syahrin di usia 23 tahun.

Di tahun 2018 lalu, MotoGP kedatangan lima pembalap pendatang baru, dua nama yang telah disebut sebelumnya dan sisanya adalah Xavier Simeon 28 tahun, Thomas Luthi 31 tahun dan Franco Morbidelli yang baru berusia 23 tahun per tahun 2018.

Luthi dan Simeon sama-sama hanya bertahan sampai satu musim saja.

Selain karena performa keduanya yang kurang memuaskan, mungkin umur juga menjadi faktor lain pendeknya karir kedua rider tersebut di kelas paling atas.

Sementara di tahun 2019 ini, ada empat pembalap pendatang baru yang jauh lebih muda dari pembalap rookie musim 2018 lalu, mereka adalah Francesco Bagnaia (22 tahun), Fabio Quartararo (19 tahun), Joan Mir (22 tahun) dan Miguel Oliveira (23 tahun).

Keempat rider ini bahkan jauh lebih muda dari Dimas, sedangkan Dimas sendiri baru memulai kelas Moto2 di usianya yang ke-26 tahun.

Ini baru soal umur, belum lagi soal performa dan slot yang tersedia.

Mengingat Dimas adalah binaan AHM yang tak lain adalah keluarga besar Honda, maka peluang Dimas semakin menipis karena mulai tahun 2019 ini, Honda hanya punya empat motor di grid, tahun 2018 Honda menurunkan enam motor.

Malasah lain juga termasuk seberapa lama Dimas menghabiskan waktu di kelas Moto2?

Saat ini, sebagaimana diketahui, Dimas hanya punya kontrak satu tahun saja, anggap di akhir musim nanti Idemitsu Honda Team Asia akan mempertahankan Dimas, entah dua atau tiga tahun mungkin paling lama.

Yang jelas semakin lama Dimas di Moto2 semakin sangat tipis pula peluangnya naik ke MotoGP, plus ada puluhan rider berbakat seperti Dimas yang secara umur jauh lebih muda yang juga berebut naik ke kelas utama.

Terlepas dari semua itu, apapun bisa terjadi kedepannya, bisa saja Dimas suatu hari nanti berhasil menembus MotoGP, sebagaimana hari ini ia sukses tampil di Moto2, padahal tak ada yang menyangka sebelumnya. (DN/eV)

NEXT: Beirer Minta Zarco Jangan Pakai ‘Gaya Yamaha’ di KTM