Moto3 Aragon: Pelaku ‘Begal’ Adrian Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Babak Belur Dihajar

0
528
Moto3 Aragon: Pelaku 'Begal' Adrian Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Babak Belur Dihajar
Adrian Fernandez (Red Bull KTM Tech3) Kualifikasi Moto3 Aragon, Spanyol 2022 / runganSport © Twitter/MotoGP.

Salah satu dari dua anggota tim Max Racing yang bermasalah dengan pihak Andrian Fernandez, diduga mendapat penganiayaan dan dilarikan ke rumah sakit karna muka babak belur.

Aragon, runganSport — Drama ‘pembegalan’ yang menimpa pembalap Red Bull KTM Tech3, Adrian Fernanez di sesi Kualifikasi 2 Moto3 Aragon, Sabtu (17/9) lalu, kini menimbulkan masalah baru.

Dua anggota tim Sterilgarda Max Racing Team yang menghadang, mengganggu dan memegang tuas rem motor Adrian, kini salah satunya dikabarkan telah dilarikan ke Rumah Sakit karena dianiaya, yang diduga dilakukan oleh pihak Adrian.

Motorsport.com melaporkan bahwa ada dugaan pemukulan dari pihak Fernandez setelah kejadian di sesi Kualifikasi.

“Konflik antara pihak Fernandez dengan mekanik Max Racing ternyata belum usai.

Pada Sabtu malam, salah satu mekanik Max Racing Team yang membuat masalah, harus dilarikan ke rumah sakit oleh salah satu bosnya, Petter Oettl.

Sang mekanik menyebut telah dipukul oleh Carlos Fernandez (ayah Raul dan Adrian) sekira pukul 09:30 malam.

Saat itu, Carlos tengah mengendarai skuter. Sang mekanik pun dikabarkan mengalami luka pada bibir dan wajah.

Tetapi, pernyataan berbeda dikeluarkan Raul dan Adrian, soal apa yang terjadi.

Mereka mengatakan, kedua mekanik Max Racing mendatangi motorhome Raul Fernandez pada Sabtu malam sekira pukul 09:30.

Menurut Raul dan Adrian, kedua mekanik tidak hanya menyumpahi mereka dan kedua orangtuanya, namun juga melecehkan sang ibu secara berlebihan,” demikian berita yang dimuat Motorsport.com.

Jadi, ada dua versi cerita untuk kejadian lanjutan ini, kemudian pada Minggu (18/9/2022) pagi, sejumlah petugas dari Guardia Civil – otoritas penegak hukum untuk wilayah lokal Spanyol – mendatangi paddock di MotorLand Aragon.

Selama beberapa menit, para petugas tersebut menemui pihak-pihak yang bertikai, untuk mengetahui kemungkinan adanya pelanggaran kriminal dalam kasus ini.

“Saya tidak berada di sana (ketika kejadian).

Saya hanya melihat salah satu mekanik kami cedera.

Itulah mengapa saya membawanya ke rumah sakit,” terang Oettl seperti dikutip Speedweeek.com dan dimuat Motorsport.com.

Sebelumnya, dua mekanik Max Racing sudah dijatuhi hukuman oleh FIM Stewards Panel berupa denda uang dan diskualifikasi dari dua seri yang akan datang, Australia dan Malaysia.

Baca: Kualifikasi GP Aragon: 2 Anggota Max Racing ‘Begal’ Rider Tech3, Terjadi Keributan Pitlane

Kedua mekanik Max Racing itu mendapat hukuman setelah dinyatakan bersalah karena mengganggu dan menghadang Adrian di sesi Kualifikasi Moto3 Aragon. (rS/GP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here