Pedro Acosta: 90% Marc Marquez, 10% Casey Stoner

0
10488
Pedro Acosta: 90% Marc Marquez, 10% Casey Stoner
Marc Marquez (Repsol Honda) & Pedro Acosta (Red Bull KTM Ajo) Konferensi Pers MotoGP Jerez, Spanyol 2021 / runganSport © MotoGP.

Nama rookie Pedro Acosta langsung menjadi salah satu kejutan terbesar di Grand Prix musim 2021, banyak yang membandingkannya dengan Marc Marquez atau Valentino Rossi.

Barcelona, runganSportNama pembalap muda Spanyol, Pedro Acosta (Red Bull KTM Ajo) adalah salah satu kejutan terbesa musim ini.

Pembalap rookie itu saat ini memimpin kasemen sementara dengan keunggulan 48 poin dan kini mengincar gelar juara dunia kelas Moto3.

Remaja Mazarrón itu sangat meakutkan di lintasan walau berstatus pemula.

Pada balapan pertamanya, Acosta berhsail naik podium di posisi kedua, lalu meraih tiga kemenangan berturut-turut di Doha, Portugal dan Spanyol.

Kemudian di GP Jerman kembali puncaki podium tertinggi, setelah sempat kesusahan di Prancis, Italia dan Catalunya.

Karena itu, banyak yang membandingkannya dengan Marc Marquez atau Valentino Rossi, tapi Acosta berbeda.

“Dia adalah Marc Marquez, saya Pedro Acosta. Masing-masing dari kita adalah orang yang berbeda,” ujarnya.

Marquez, Casey Stoner, Kevin Schwantz adalah beberapan nama yang menjadi patokan belajarnya.

Acosta mengatakan apa yang akan dia pinjam dari pembalap referensinya jika dia bisa.

“90% kemampuan Marquez dan 10% pertunjukan yang diberikan Stoner atau Schwantz.

Saya akan mengambil hampir segalanya dari Márquez karena ketika dia menang, dia lebih unggul.

Ini memiliki sesuatu yang berbeda dari yang lain. Anda bisa melihatnya di kelas 125cc dan dia sudah membalap dengan cara berbeda dari yang lain.

Mempelajarinya telah membantu saya meningkatkan kemampuan balap saya,” kata Acosta, berbicara dalam wawancara dengan MCN Sport.

acosta juga berbicara tentang bagaimana dia menggabungkan ilmu balap dan motor.

“Saya menggabungkannya sebaik mungkin. Tapi itu rumit, karena ketika saya berada di Red Bull Rookies, saya berada jauh dari rumah selama 12 akhir pekan.

Saya berangkat lebih awal pada hari Rabu dan kembali pada hari Senin. Ketika mereka memberi saya tawaran untuk kelas Moto3, saya mendedikasikan diri saya 100% untuk balap motor.

Baca: Seluruh Dunia Tak Ingin Rossi Pensiun dari MotoGP

Pada akhirnya, jika Anda menginginkan sesuatu, Anda harus berusaha 100% untuk itu. Jika Anda tidak mempertaruhkan segalanya, Anda tidak akan memenangkan apa pun,” demikian Acosta menjabarkan. (DN/eV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here