Home MotoGP Akhirnya Michelin Jelaskan Masalah Aneh Ban Quartararo

Akhirnya Michelin Jelaskan Masalah Aneh Ban Quartararo

Akhirnya Michelin Jelaskan Masalah Aneh Ban Quartararo
Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) Race MotoGP Aragon, Spanyol 2020 / runganSport © Petronas SRT.

Akhirnya pihak Michelin menjelaskan apa yang menyebabkan tekanan ban depan Fabio Quartararo “tidak terkendali” selama MotoGP Aragon pekan lalu, yang membuatnya finis ke-18.

Aragon, runganSport — Rider Satelit Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo memilih ban depan medium untuk balapan Aragon hari Minggu lalu, tapi setelah tiga lap ia mulai keteteran karena tekanan pada ban meningkat secara signifikan.

Pada akhirnya Quartararo finis di luar zona poin di urutan ke-18 dan kehilangan keunggulan di klasemen sementara dari rider Suzuki Ecstar, Joan Mir, yang sekarang unggul enam poin.

Pihak Michelin menegaskan bahwa tak ada kerusakan pada ban dan mengatakan Quartararo tidak mencoba ban itu di sesi FP4, berarti timnya tidak mendapat data untuk menghitung tekanan dasar, yang ternyata “sedikit lebih tinggi dari yang seharusnya.”

“Kami bertukar data dan situasinya jelas,” ujar pihak Michelin, yang diwakili Piero Taramasso kepada Autosport.

“Dari segi ban tidak ada masalah, ban baik-baik saja. Pemilihan ban medium untuk bagian depan sudah tepat, mengingat kondisi lintasan dan juga melihat hasil setelah balapan. Jadi, bukan masalah terkait kompon yang dipilih.

Masalahnya, mereka tidak menguji ban medium saat sesi FP4, dalam kondisi mirip balapan, jadi mereka tidak punya data untuk memahami tekanan apa yang harus digunakan dan mereka menghitung tekanan dasar yang ternyata sedikit lebih tinggi dari yang seharusnya,” sambung pihak Michelin menjelaskan dengan detail.

Lebih lanjut, Taramasso menjelaskan masalah Quartararo semakin diperburuk dengan langsung ngotot di lap awal.

“Memulai balapan dengan tekanan yang sedikit lebih tinggi, dengan gaya balap agresif di lap pertama dan bertahan di lalu lintas, tekanan meningkat.

Diketahui bahwa saat Anda mengikuti motor lain, ban tidak mendingin (karena tak mendapat angin segar) dan oleh karena itu tekanan semakin meningkat, mengubah perilaku motor.

Pada saat itu semuanya sulit bagi Quartararo,” seru Taramasso menerangkan.

Baca: Honda Bantah Rumor Operasi Ketiga Lengan Marquez

Finis ke-18 di MotoGP Aragon akhir pekan lalu menjadi hasil terburuk Quartararo sejak naik ke MotoGP pada 2019 lalu. (DN/eV)

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here