Home MotoGP Aksi Zarco di Styria: Operasi Tangan, Sidang FIM, Front Row, Pit-lane

Aksi Zarco di Styria: Operasi Tangan, Sidang FIM, Front Row, Pit-lane

Aksi Zarco di Styria: Operasi Tangan, Sidang FIM, Front Row, Pit-lane
Johann Zarco (Esponsorama Racing) Kualifikasi MotoGP Red Bull Ring, Styria 2020 / runganSport © MotoGP.

Johann Zarco sendiri terkejut dengan performanya di sesi Kualifikasi MotoGP Styria, padahal tangan masih sakit setelah tiga hari operasi skafoid.

Spielberg, runganSport — Balapan back to back akhir pekan ini menjadi kejuatan tersendiri dari rider Esponsorama Racing, Johann Zarco.

Minggu lalu ia mengalami kecelakaan parah bersama rider Satelit Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli, meninggalkan cedera patah pergelangan tanan kanan.

Zarco mengalami cedera dengan patah tulang di skafoidnya, yang terletak di pergelangan tangan, sehingga memerlukan operasi pada hari Rabu (19/8) kemarin.

Sehari setelah operasi Zarco harus berhadapan dengan MotoGP FIM Stewards Panel untuk sidang atas insiden di T2 Red Bull Ring, Zarco dianggap bersalah dan harus bertanggung jawab, sehingga mendapat hukuman start dari pit-lane untuk balapan akhir pekan ini.

Tapi di sesi Kualifikasi, ia mengejutkan semua orang, awalnya sempat masuk ke Kualifikasi 1, tapi Zarco berhasil lolos ke Kualifikasi 2 dan semakin menggila.

Pada akhirnya ia berhasil menjadi yang tercepat ketiga, menutup front row, sayangnya ia harus start dari pit-lane dan merelakan baris terdepannya di isi pembalap lain.

Bahkan Zarco sendiri mengaku terkejut bisa menjadi pembalap Ducati teratas di sirkuit Red Bull Ring, terlebih dengan tangan masih cederea.

“Saya tak punya banyak kata untuk hari ini karena saya sangat terkejut dan bahagia. Hanya untuk keluar dari pit-lane dan merasakan pergelangan tangan, rasa sakitnya terkendali dan saya bisa melakukan lap dengan kualitas bagus dan saya bisa cepat, mungkin tidak untuk banyak lap tapi pada hari Sabtu kami hanya perlu cepat dalam satu lap.Saya senang saya berhasil dengan baik,” kata Zarco senang sebagaimana dimuat Crash.

“Kami tak mengambul simulasi Kualifikasi di sesi FP3 karena saya tahu saya akan start dari pit lane, lalu pada sore hari Anda berpikir untuk melakukan yang terbaik dengan motor dan yang terbaik adalah masuk ke Q2 dan kemudian posisi ketiga.

Saya pikir juga, kami sedang merasa sedikit sakit, tapi kami lebih cepat daripada akhir pekan lalu dan kami dapat belajar lebih banyak tentang motor,” jelasnya.

Walau tampil bagus di Kualifikasi, tapi Zarco tak yakin bisa fit sepenuhnya untuk balapan yang akan berlangsung sepanjang 28 lap.

Tapi Zarco bisa dibantu oleh cuaca nantinya, yang diperkirakan akan turun hujan.

“Hujan (dia menjawab ketika ditanya apakah dia lebih suka) akan berguna bagi saya karena 28 lap dengan kecepatan itu.. saya tidak bisa melakukannya, jadi hujan akan lebih mudah dan saya bisa menghabiskan 28 lap lebih mudah dan sampai ke akhir balapan.

Nanti bukanlah tentang mendapatkan hasil yang baik, ini tentang mencapai akhir balapan.

Baca: MotoGP Styria: Dua Kesalahan Rossi Berujung Posisi Start Buruk

Jelas jika saya bisa, saya akan mencoba untuk mendapatkan beberapa poin, tetapi jika hujan turun, tubuh akan lebih sedikit memaksa dan saya punya sedikit kesempatan lebih untuk kedepan,” harapnya. (DN/eV)

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here