Bagnaia Masih Heran Kenapa Quartararo Bisa Kalah?

0
582
Bagnaia Masih Heran Kenapa Quartararo Bisa Kalah?
Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) Race MotoGP Valencia, Spanyol 2022 / runganSport © Yamaha MotoGP.

Francesco Bagnaia bertanya-tanya mengapa Fabio Quartararo begitu kesulitan di paruh kedua musim 2022, yang berujung gagal pertahankan gelar.

Milan, runganSport — Paruh pertama MotoGP musim 2022 sangat buruk bagi pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia.

Ada begitu banyak jatuh dan gagal finis, bahkan setelah seri GP Jerman, Bagnaia tertinggal sampai 91 poin dari pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo.

Anehnya, di paruh kedua musim kondisi perlahan berbalik.

Quartararo menjadi terpuruk dan melakukan banyak keselahan, sementara Bagnaia mengejar dengan konsisten sampai akhirnya berhasil mengalahkan andalan Yamaha itu.

“Gap 91 poin itu banyak, tapi saya memikirkan tentang potensi yang kami miliki.

Saya pikir saya bukan tipe pembalap yang mengalami pasang surut itu.

Saya menganggap diri saya lebih baik dari itu.

Saya pikir itu kompetitif untuk terus memperjuangkan gelar.

Saya percaya bahwa saya punya potensi untuk menjadi juara,” kata Bagnaia meski dilanda banyak kesulitan di awal musim.

“Saya pikir saya menggunakan tekad itu, ambisi itu untuk melanjutkan di sana, untuk memperjuangkannya, karena saya mengerti bahwa saya adalah seorang pembalap yang mampu melakukannya,” sambung pria Italia itu.

Di MotoGP, dan khususnya musim ini, level mental sangat menentukan.

Dalam hal itu, Bagnaia berhasil memenangkan pertandingan melawan Quartararo.

Tapi apa yang sebenarnya terjadi pada Quartararo hingga gelar lepas dari tangannya?

“Anda mulai berpikir bahwa Anda tidak terkalahkan dan itu adalah sesuatu yang, mungkin, tidak boleh saya katakan, tapi ketika saya finis kedua di Aragon, saya marah karena saya tidak mencapai kemenangan kelima berturut-turut,” kata Bagnaia menceritakan situasinya dalam menghadapi musim 2022, berbicara kepada DAZN, seperti dikutip Motosan.es.

“Mungkin Fabio terlalu defensif di paruh kedua musim.

Saya tidak tahu apakah saya terlalu menekannya, tapi saya yakin ada sesuatu yang berubah.

Karena di paruh pertama musim mereka lebih konstan, sedangkan di paruh kedua mereka mulai lebih kesulitan,” tambah Bagnaia bertanya-tanya.

Baca: Ciabatti Tegaskan Ducati Tak Pernah Tertarik dengan Marquez

Bagaimana dengan tahun depan, apakah Bagnaia bisa mempertahankan gelarnya? (rs/gp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here