Home MotoGP Crutchlow ke Zarco: Honda Lebih Sulit dari KTM Gan

Crutchlow ke Zarco: Honda Lebih Sulit dari KTM Gan

Crutchlow ke Zarco: Honda Lebih Sulit dari KTM Gan
Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) vs Jack Miller (Pramac Racing Ducati) MotoGP Misano, San Marino 2019 / runganSport © MotoGP.

Cal Crutchlow mengatakan kalau motor Honda lebih sulit ketimbang motor KTM.

Aragon, runganSport — Pembalap asal Prancis, Johann Zarco akhirnya angkat tangan dan tak sanggup lagi menjinakkan mesin KTM, RC16.

Awalnya Zarco mendapat kontra dua tahun dengan pabrikan Austria itu (2019-2020), tapi ia telah memutuskan untuk tidak lanjut di tahun kedua nanti.

Setelah itu, Zarco berjanji akan menyelesaikan musim 2019 ini, tapi awal pekan pihak KTM malah memecat Zarco lebih awal dan menggantinya dengan Mika Kallio.

Padahal MotoGP musim ini masih tersisa enam balapan lagi, termasuk Aragon akhir pekan ini.

Zarco pun sakit hati karena merasa ‘ditikung’ oleh KTM dengan begitu mendadak.

Kini, masa depan karir balap Zarco masih belum jelas, rider Satelit LCR Honda, Cal Crutchlow mengaku kasihan melihat kondisi Zarco saat ini, tapi seperti inilah bisnis di MotoGP, sangat kejam!.

“Ya dan tidak, karena ini adalah bisnis yang kejam, sayangnya. Anda harus mendapatkan hasil (untuk bisa bertahan),” kata Crutchlow ketika ditanya apakah ia kasihan dengan Zarco saat ini.

“Zarco adalah pembalap yang lembut (gaya balapnya), dan saya tidak memberinya nasihat tentang apa yang seharusnya dia lakukan, tapi jika dia tetap bersama Yamaha, maka dia mungkin akan punya kecepatan yang sama dengan Quartararo sekarang, karena gaya balapnya cocok dan dia mengerti motornya,” sambung pembalap Inggris itu.

Zarco juga tengah digosipkan akan pinah ke Repsol Honda tahun depan, tapi Crutchlow memperingati bahwa Honda sama sulitnya dengan KTM, bahkan mungkin lebih buruk.

“Jika dia berpikir Honda lebih mudah daripada KTM, maka dia perlu berpikir lagi,” akui Crutchlow yang sudah lima musim mengendari Honda.

“Tapi pada akhirnya saya merasa kasihan padanya di satu sisi, karena dia pembalap yang luar biasa, seorang juara dunia! Anda tidak boleh menjentikkan jari Anda dan mematikannya (karirnya).

Jadi, sangat memalukan melihatnya di pensiun, bahkan jika dia memilih untuk melakukan itu atau tidak ada tim yang memilihnya,” seru pemilik nomor balap #35 itu. (DN/eV)

NEXT: Crutchlow: Marquez Bisa Naik Podium dengan Aprilia

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here