Data Statistik: Marquez Terlalu Jago, Tapi Bikin MotoGP Membosankan

0
8245
Data Statistik: Marquez Teralu Jago, Tapi Bikin MotoGP Membosankan
Marc Marquez (Repsol Honda) MotoGP Misano, San Marino 2019 / runganSport © Dawn.

Francesco Guidotti mengatakan bahwa Marc Marquez sangat fenomenal, semuanya terekam oleh data dan statistik hasil balap, tapi MotoGP justru semakin seru ketika dia absen.

Milan, runganSport — MotoGP musim 2020 memang sangat berat untuk semua orang, mulai dari wabah virus Corona yang menhancurkan seluruh jadwal balap.

- ADVERTISEMENTS -

Akibatnya, Dorna harus menyusun ulang dan hanya ada 14 balap dari yang awalnya direncanakan 20 balapa.

Untuk pembalap, masalah lain muncul dengan hadirnya ban baru Michelin untuk bagian belakang, yang dikeluhkan oleh banyak orang.

Tapi, di musim yang gila ini balapan menghadirkan sembilan pemenang berbeda dan setiap balapan tak dapat diprediksi, terutama peraih podium.

Manajer Tim Pramac Racing, Francesco Guidotti, menilai musim ini sangat sengit dan gila, bukan karena ban belakang baru Michelin sebagai faktor utama, melainkan absennya bintang Repsol Honda, Marc Marquez.

Memang, hampir semua pembalap penyebut ban Michelin belakang yang membuat balapan semakin sengit, tapi Guidotti berbeda sendiri dan tetap pada opininya.

“Sudah pasti 2020 menjadi musim yang tak biasa, mulai dari karena balapan di sedikit sirkuit, dan sering dua kali di lintasan yang sama.

- ADVERTISEMENTS -

Sementara di 2019, Marquez meraih gelar dengan jumlah poin dua kali lipat dari Vinales di peringkat 3.

Jika Anda menghapus nama Marquez, maka rider lain tetap bergantian naik podium, bahkan selama bertahun-tahun,” tutur Guidotti dalam wawancara dengan GPOne.

Marquez diakui oleh pria Italia itu sebagai pembalap yang fenomenal dan sangat langka.

- ADVERTISEMENTS -

“Marquez satu-satunya pembalap fenomenal, itulah yang dikatakan oleh klasemen (data), bukan saya.

Kita bicara soal pembalap yang meraih enam gelar dalam tujuh tahun. Ini bukan opini, melainkan analisa fakta.

Jika Anda menghapus Marquez dari persaingan, maka akan banyak pembalap yang sebenarnya ada di depan menjadi sangat terlihat jelas,” sambungnya.

Dan menurutnya, Michelin hanya menjadi asalan para pembalap atas kegagalan mereka tampil konsisten.

“Jadi, Michelin bukan sumber masalah, tak diragukan lagi. Jujur saja, kecuali beberapa kasus yang jarang seperti Dovi, saya rasa ban baru tidak terlalu mengganggu urutan klasemen.

Ketidakhadiran Marquez lah yang memunculkan sembilan pembalap pemenang dan (lima) lainnya naik podium,” terang Guidotti.

Selain faktor di atas, MotoGP 2020 bertambah sengit lantaran lompatan besar KTM.

Baca: Diam-diam Dovi Tunggu Tawaran Repsol Honda

“Sebagai tambahan, KTM juga mengalami kemajuan besar. Kita lihat saja tahun ini, saya harap kami bisa balapan di lebih banyak sirkuit dan kalender balap berjalan sesuai dengan rencana, terutama di Eropa,” tutup Guidotti. (DN/eV)

- ADVERTISEMENTS -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here