Ducati ‘Langgar Aturan’ Sendiri Demi Marquez?

1
3261
Ducati 'Langgar Aturan' Sendiri Demi Marquez?
Ilustrasi Marc Marquez (Gresini Racing) MotoGP 2024 / runganSport.

Carlo Pernat menilai Ducati melupkan strategi awal mereka setelah merekrut Marc Marquez.

Roma, runganSport — Pabrikan Ducati telah merampungkan line-up pembalap pabrikan mereka.

Mulai tahun depan pabrikan Bologna memasangkan dua juara dunia, Francesco Bagnaia dan Marc Marquez di tim utama.

Akibatnya, mereka kehilangan dua pembalap muda sekaligus, Enea Bastianini ke KTM Tech3 dan Jorge Martin ke Aprilia Racing.

Langkah Ducati yang memilih Marquez dinilai melupakan stratgei awal mereka.

Ducati menerapkan strategi pembalap muda, mereka merekrut pembalap muda di tim satelit mereka, kemudian memilih yang paling kuat untuk naik ke tim pabrikan.

Program pembalap muda terbukti sukses ketika Bagnaia berhasil memberikan dua gelar kepada Ducati sejauh ini.

Tapi karena Marquez tersedia di pasar transfer dan Ducati mendapat kesempatan emas mendapatkan sang juara delapan kali, logis jika mereka tak ingin melewatkan peluang tersbeut.

“Setiap orang berhak melakukan apa pun yang mereka inginkan di dalam rumah, tentu saja, mengingat ada strategi yang mungkin tidak kita ketahui,” kata manajer Bastianini, Carlo Pernat dalam berita Motosprint.it.

“Namun kebijakan pemuda (pembalap muda) yang dilakukan sejak masa pasca Dovizioso dan seterusnya, yang sejauh ini sudah pasti membuahkan hasil, terbantahkan,” sambung pria Italia itu.

“Tiba-tiba strateginya berubah, dengan pelepasan pembalap muda dan oleh karena itu mereka akan memperkuat pabrikan lain, bahwa mereka melepas dua pembalap berusia 26 dan 27 tahun untuk memilih pembalap berusia 31 tahun, yang bernama Marc Marquez.

Saya tidak akan melakukannya, karena strategi yang digunakan baru-baru ini berhasil, namun saya dapat memahami bahwa ini mungkin merupakan ide yang valid.

Sekarang kami bertujuan untuk memiliki dua nama besar bersama-sama, tidak apa-apa,” demikian pendapat Pernat.

Marquez dan Bagnaia akan memperkuat Ducati sampai akhir 2026 mendatang. (rs/gp)

BACA: KTM Ungkap Alasan Rerkut Vinales MotoGP 2025

1 COMMENT

  1. Ducati sebenarnya sangat menginginkan Marc Marquez, namun tidak mungkin karena Marc bertahan di honda. Akhirnya ducati berubah haluan merekrut rider2 muda yang kemudian dijadikan strateginya. Memang ada hasilnya lewat Bagnaia dengan dua gelar, namun gelar itu didapat saat Marc tidak kompetitif. Saat ada kesempatan emas mendapatkan marc, ducati tidak menyia-nyiakannya dan mengabaikan strategi awal. Tentu dengan pertimbangan bahwa Marc lebih bagus, lebih menjanjikan, dan lebih menguntungkan.

LEAVE A REPLY: If your like comment with a link, please contact us "info@rungansport.com" first.

Please enter your comment!
Please enter your name here