Home MotoGP Helm Rins untuk Keluarga Marshal yang Meninggal di Le Mans

Helm Rins untuk Keluarga Marshal yang Meninggal di Le Mans

Helm Rins untuk Keluarga Marshal yang Meninggal di Le Mans
Helm Alex Rins (Suzuki Ecstar) Race MotoGP Le Mans, Prancis 2019 / runganSport © Twitter/BT Sport MotoGP.

Le Mans, runganSport — Memulai balapan dari posisi start ke-19, pembalap Suzuki Ecstar, Alex Rins berhasil finis ke-10 di MotoGP Prancis, Minggu 19 Mei kemarin.

Memang hasil yang tak diharapkan, tapi dibalik itu semua ada tindakan mulia dari Rins.

Selepas balapan, ia langgung memberikan helmnye kepada keluarga Marshal yang meninggal dunia di hari perama MotoGP Prancis pekan kemarin.

“Sudah sejak hari Jum’at kami mengalami sedikit kendala dan kami tak punya solusinya.

Kami punya beberapa masalah dengan kecepatan menikung, sulit untuk keluar dari rem dan masuk ke tikungan.

Itu adalah akhir pekan yang sulit, kualifikasi buruk dengan strategi dan segalanya.

Padahal, jujur saja saya berharap lebih,” ungkap Rins kepada Speedweek.

Rins dan tim Suzuki Ecstra sekarang harus bekerja keras, karena hasil buruk Prancis kemarin membuatnya turun ke peringkat tiga klasemen sementara dan sudah tertinggal 20 angka dari posisi puncak yang dihuni rider Repsol Honda, Marc Marquez.

“Kami datang ke Le Mans sebagai runner-up klasemen, sekarang kami turun ke posisi tiga.

Saya tidak berpikir itu salah, karena masih ada banyak balapan.

Saya siap untuk balapan selanjutnya di sirkuit Mugello, Italia,” sambung rider Spanyol itu.

Walau hanya finis ke-10 di Prancis, tapi yang menjadi sorotan adalah tindakan Rins yang memberikan helmya kepada keluarga marshal yang meninggal dunia.

“Itu adalah satu hal yang ingin saya lakukan, karena marshal selalu bekerja dan mereka sering tidak mendapatkan imbalan yang cukup.

Di hari Jumat kemarin, salah satu marsal meninggal di sini di Le Mans, jadi saya ingin memberikan helm saya kepada keluarga,” tutur Rins.

Jean-Paul Pleé merupakan salah satu marshal yang bertugas di sirkuit Le Mans, ia menderita serangan jantung. Sayangnya, pria Prancis 58 tahun itu terlambat mendapat menanganan medis. (DN/eV)