Home MotoGP Ini yang Akan Terjadi Jika Arah Sirkuit MotoGP Dibalik

Ini yang Akan Terjadi Jika Arah Sirkuit MotoGP Dibalik

Ini yang Akan Terjadi Jika Arah Sirkuit MotoGP Diubah
Marc Marquez, Repsol Honda / runganSport © MotoGP.

Jakarta, runganSport — Lintasan balap MotoGP atau yang biasa disebut dengan sirkuit dibuat sedemikian rupa dengan perhitungan tinggi di tiap titik lintasan lurus dan tikungannya.

Tahun 2019 ini MotoGP kembali menggelar balapan di 19 sirkuit seluruh dunia, yang terbaru adalah Red Bull Ring di Austria sejak 2016 dan Buriram di Thailand sejak 2018.

Semua pembalap sudah hafal dengan seluk beluk dan titik pengeremana, akselerasi dan kecepatan tinggi di semua sirkuit.

Tapi apa yang akan terjadi jika balapan diubah arahnya? Tikungan terakhir di ubah menjadi Tikungan pertama, balapan diubah arahanya dari yang biasa, bagaimana hasilnya nanti?

Misalnya, mari kita ambil contoh sirkuit MotorLand di Aragon, Box Repsol menjabarkan bahwa jika arah sirkuit ini dibalik, kecepatan pembalap bisa lebih tinggi dari arah normal.

Sirkuit MotorLand di Aragon bisa menjadi jauh lebih cepat baik dalam kecepatan tinggi dan kecepatan rata-rata jika arah lintasannya dibalik.

Lintasan lurus antara Tikungan 2 dan 3 akan memaksa pengendara untuk mengerem lebih banyak, tetapi jika Anda memainkannya dengan benar, akan lebih mudah untuk melintasai zona ini, sehingga Anda bisa lebih cepat.

Masalah sebenarnya akan muncul begitu Anda tiba di bagian sirkuit yang paling menuntut secara teknis.

Tidak peduli ke arah mana Anda membalap di lintasan, ada dua tikungan yang sangat rumit, tetapi kelokan ke arah yang salah membuatnya semakin sulit karena Anda akan melaju dalam kondisi menanjak. Setelah Anda mencapai tikungan 9, Anda harus mengerem saat menanjak menuju tikungan 8, membuat bagian depan motor sangat beresiko,” tulis Box Repsol di laman resminya.

Sirkuinya lainnya seperti Sachsenring di Jerman punya cerita berbeda, karena sirkuit ini penuh turunan dan tanjakan.

“Lintasan Jerman ini terkenal sebagai sirkuit dengan jumlah Tikingan kanan paling sedikit, ini berarti jika arah balapan diubah, maka Tikungan ke kiri menjadi sedikit.

Tikungan yang menajak juga akan membuat motor cenderung untuk keluar dari lintasan, ini menjadi sangat beresiko,” jelas Box Repsol.

Artinya, sirkuit yang terlihat sedernaha bisa menjadi sangat rumit ketika arah balapan diubah, membuat semua perhitungan menjadi kacau, termasuk dengan penglihatan pembalap di tikungan yang bisa saya tak melihat pembatas.

Titik-titik rawan kecelakaan juga bisa menjadi semakin berbahaya karena ada perubahan arah jatuh saat kecelakaan dan bisa saja menabrak tembok pembatas. (DN/eV)

NEXT: Menanti Dimas Ekky Kibarkan Merah Putih di Moto2 2019