Keluhan Bradl: Honda Tak bisa Dikendarai di Cuaca Panas

0
519
Keluhan Bradl: Honda Tak bisa Dikendarai di Cuaca Panas
Stefan Bradl (Repsol Honda) Race MotoGP Sachsenring, Jerman 2022 / runganSport © MotoGP.

Stefan Bradl mengeluhkan cuaca panas yang mempengaruhi performanya di MotoGP Jerman.

Sachsenring, runganSport — Karena pembalap utama Repsol Honda, Marc Marquez sedang menjalani pemulihan setelah operasi.

HRC kemudian kembali menggunakan pembalap Jerman, Stefan Bradl sebagai pengganti sementara.

Akhir pekan kemarin Bradl kebetulan menjalani balapan kandangnya di Sachsenring.

Sayangnya, balapan berakhir buruk dan tanpa poin bagi sang tuan rumah.

Bagi Bradl, balapan kandangnya di Sachsenring adalah siksaan karena cuaca panas, bahkan sampai mengalami luka bakar di tangan dan kakinya, dia juga menjelaskan bahwa dia tidak bisa menerima kekalahan seperti itu.

Setelah tuntas 30 lap, Bradl hanya finis di urutan ke-16, lebih dari 21 detik di belakang pembalap kedua dari terakhir, Remy Gardner (KTM Tech3 Factory Racing).

Bradl menjadi satu-satunya dari empat rider Honda yang mampu menyelesaikan balapan.

Takaaki Nakagami jatuh, sedangkan Pol Espargaro dan Alex Marquez harus mundur lebih awal.

“Pol berhenti karena memarnya dan juga karena panas. Saya bahkan tidak tahu mengapa saya menyelesaikan balapan.

Saya lebih dari 21 detik di belakang pembalap kedua dari belakang.

Anda merasa bodoh ketika Anda terlihat seperti orang bodoh di GP Jerman di balapan kandang. Itu mengerikan,” kata rider Bavaria itu kepada Speedweek, berbicara setelah balapan.

“Honda belum berhasil mengembangkan fairing yang memungkinkan pembalap bertahan di cuaca panas ini.

Pesan ini harus disampaikan. Ini tidak bisa di terima. Itu tidak bisa.

Saya telah melalui banyak balapan yang buruk dan panas. Tapi saya tidak benar-benar tahu mengapa saya menyelesaikan balapan ini,” keluhnya keheranan.

Bradl lebih lanjut menjelaskan seperti apa kesulitan yang dihadapi selama balapan.

“Setelah dua lap saya tidak bisa lagi menarik rem karena jari saya terbakar.

Dengan begitu banyak belokan ke kiri, tangan kanan tidak mendapatkan banyak angin sakal, yang membuat masalah menjadi lebih buruk. Setelah sepuluh lap, kaki kanan saya juga terbakar.

Motor tidak dapat dikendarai dalam kondisi cuaca (panas), kami sangat perlu menemukan solusi untuk ini,” harap rider Jerman itu.

Baca: MotoGP Jerman: Bagnaia Heran Kenapa Bisa Terjatuh?

Balapan berikutnya akan berlangsung di sirkuit Assen, Belanda. (DN/eV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here