Home MotoGP Kenapa Morbidelli Tak Sekuat Quartararo?

Kenapa Morbidelli Tak Sekuat Quartararo?

Kenapa Morbidelli Tak Sekuat Quartararo?
Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) MotoGP Sachsenring, Jerman 2019 / runganSport © MotoGP.

Fins terbaik Franco Morbidelli di paruh pertama ini adalah P5 di Austin dan Assen, sedangkan Fabio Quartararo sudah dua kali naik podium (Catalunya dan Assen).

Roma, runganSport — Pembalap Satelit Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli mengakhir paruh pertama musim ini di posisi 11 klasemen sementara dengan 52.

Ini menjadi musim kedua Morbidelli di kelas MotoGP setelah tahun lalu debut bersama Satelit MarcVDS Honda.

Sembilan balapan sudah berlalu, tapi Morbidelli selalu berada di bawah bayang-bayang sang tandem, Fabio Quartararo (20) yang masih berstatus rookie.

Quartararo sudah sukses dengan tiga Pole dan dua podium sejauh ini, sedangkan finis terbaik Morbidelli adalah posisi 5 di Austin dan Assen.

Selain itu, Morbidelli juga gagal finis tiga kali, di Argentina, Italia dan Catalunya, membuatnya tertinggal 15 poin dari Quartararo.

Apakah Morbidelli sendiri sudah puas dengan performanya di paruh pertama ini?

“Di paruh pertama kami tampil cepat, tapi tidak konstan. Kami berada di peringkat ke-11 klasemen dan saya pikir kami pantas mendapatkan sedikit lebih baik, tapi saya melakukan kesalahan yang seharusnya tidak saya lakukan.

Kami mungkin tidak punya apa yang kami pikir pantas kami dapatkan, tapi pertarungan untuk enam besar masih sangat dekat, dan kami masih punya paruh kedua musim untuk mencetak poin sebanyak yang kami bisa,” kata rider Italia itu kepada Speedweek.

Walaupun belum bisa mencetak podium, tapi Morbidelli sudah puas karena bisa meramaikan pesaingan barisan depan.

“Saya bertarung dalam balapa dengan pembalap yang memenangkan balapan.

Ketika begitu ketat, detail kecil, karakteristik trek, dan keberuntungan membuat perbedaan. Itu memotivasi kami untuk bekerja lebih banyak lagi demi kesuksesan,” tambah anak didik Valentino Rossi itu.

Tahun lalu Morbidelli menggunakan motor Honda, tahun ini ia menggeber motor Yamaha untuk pertama kalinya.

Bagaimana caranya beradaptasi dengan mesin M1?

“Adaptasi berjalan dengan baik, kita hanya perlu memahami beberapa hal untuk membuat kita merasa nyaman dalam semua kondisi.

Saya bekerja sangat baik dengan tim, kami punya hubungan yang baik.

Itu hal yang paling penting, karena itu membuat saya lebih tenang dan lebih tepat,” jelas Morbidelli.

Selama menggunakan Yamaha dalam sembilan seri awal ini, Morbidelli menyebut akselerasi masih menjadi masalahnya dengan M1.

“Saya ingin punya lebih banyak pegangan di fase akselerasi di paruh kedua musim ini.

Itu sudah jelas kelemahan kita dan apa yang harus kita kerjakan.

Tim dan Yamaha melakukan pekerjaan dengan baik, saya yakin kami akan meningkatkan balapan demi balapan.

Dan kami sangat senang dengan dukungan yang kami dapatkan dari Yamaha,” serunya.

Akankah Morbidelli bisa naik podium di paruh kedua nanti? sebagaimana yang dilakukan Quatararo di paruh pertama kemarin. (DN/eV)

NEXT: Apakah Pedrosa Akan Kembali Balapan? Ini Katanya

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here