Marquez: Menang Balap MotoGP Rasanya Seperti Makan Cokelat

1
182
Marquez: Menang Balap MotoGP Rasanya Seperti Makan Cokelat
Marc Marquez (Repsol Honda) Podium MotoGP Sachsenring, Jerman 2021 / runganSport © MotoGP.

Ketika Anda belum pernah makan cokelat, Anda ingin tahu bagaimana rasanya? Begitu Anda makan, langsung kecanduan, demikian halnya dengan kemenangan di #MotoGP.

Cervera, runganSportRider Repsol Honda, Marc Marquez sedang menjalani musim kesembilannya di balap motor dunia, MotoGP tahun ini.

Dalam rentang waktu tersebut, ia sudah berhasil mengamankan enam gelar juara dunia, banyak kemenangan dan podium.

Tapi ada juga beberapa hari dalam hidupnya dimana ia mengalami kekalahan dan kehilangan kendali dalam persaingan di lintasan.

Karena itu, Marquez sudah mengecap beragam rasa dan feeling akan hari-hari baik dan buruk, ketika menang, kalah dan kehilangan kontrol.

Tapi bagiamana pandangan Marquez tentang rasanya menjadi pemenang, rasanya kekalahan dan bagaimana rasanya berada di luar kendali?

“Ini membuat frustrasi. Anda mulai bertanya-tanya apa yang terjadi.

Jika Anda belum pernah memenangkan balapan, itu seperti Anda belum pernah makan cokelat,” kata Marquez kepada Speedweek.

“Anda mungkin berpikir itu enak, tapi ketika Anda benar-benar tahu seperti apa rasanya, Anda selalu menginginkan lebih.

Sama halnya dengan menang. Jika Anda tahu seperti apa rasanya kemenangan, maka Anda ingin mendapat feeling itu berulang-ulang,” sambung Marquez menjelaskan.

“Menang itu seperti kecanduan, tapi juga penting untuk tubuh Anda.

Jika Anda mengalami akhir pekan yang buruk, dibutuhkan tiga atau empat hari untuk mengisi ulang semangat Anda.

Sebaliknya, jika Anda mendapat akhir pekan yang menyenangkan, Anda berlatih lagi keesokan harinya dan memberikan 100 persen.

Ini sama pentingnya untuk energi Anda. Jika Anda tidak memegang kendali, Anda akan tersesat.

Anda tidak mengerti banyak hal dan Anda membuat kesalahan bodoh. Saya telah melakukan beberapa dan saya yakin saya akan melakukan lebih banyak musim ini karena saya tidak mengendalikan situasi,” harap pria Cervera itu.

“Jika cara Anda merasa dan hasilnya berubah, bukan berarti Anda yang memegang kendali.

Anda harus sangat jujur ​​pada diri sendiri. Ketika saya lambat dalam sesi latihan, saya harus bisa bilang; Itu saya, biarkan motor apa adanya.

Ketika saya mengatakan ini kepada Santi (Hernandez) untuk pertama kalinya, dia bilang; Tapi saya ingin membantu Anda.

Saya jawab; Ya, Santi, tapi saya yang bermasalah.

Baca: Lucchinelli: Rossi Pensiun Tak Pengaruhi MotoGP

Itu membuatnya lebih sulit, tapi kemudian Anda harus bekerja dengan sangat hati-hati agar Anda tidak salah jalan,” demikan juara dunia delapan kali itu menjabarkan. (DN/eV)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here