Home MotoGP Marquez Ungkap Alasan Tak Bisa Berteman dengan Rossi

Marquez Ungkap Alasan Tak Bisa Berteman dengan Rossi

Marquez Ungkap Alasan Tak Bisa Berteman dengan Rossi
Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) vs Marc Marquez (Repsol Honda) MotoGP 2019 / runganSport © MotoGP.

Barcelona, runganSport — Kedatangan rider asal Spanyol, Marc Marquez ke MotoGP merupakan fenomena langkah dan langsung menjadi pusat perhatian pada 2013 yang lalu.

Sejak saat itu sampai 2018 kemarin, Marquez berhasil menjadi juara dunia di tiap musimnya, kecuali 2015.

Namanya langsung masuk dalam jajaran pembalap top MotoGP, dan tentu saja mengalami pergesekkan dengan pembalap top lainnya.

Salah satunya adalah drama dengan rider Italia, Valentino Rossi.

Keduanya sempat berteman akrab, tapi tak lama kemudian berbalik menjadi musim.

Sekarang, tensi keduanya sudah sedikit menurun, tapi tak mungkin untuk bisa kembali berteman.

Marquez sendiri mengakui bahwa antara sesama pembalap top, terlebih yang bersaing satu sama lain untuk gelar juara dunia, akan sulit untuk menjadi teman.

“Kehidupan balap saya terjalan baik sejak 2010 kalu, sejak tahun itu saya hanya gagal menjadi juara dunia dua kali.

Pertama pada musim 2011 di Moto2 kalah dari pembalap Jerman, Stefan Bradl dan kedua di MotoGP 2015 kalah oleh rekan senegara saya, Jorge Lorenzo.

Tapi ini adalah tahun-tahun yang menakjubkan dan saya tak memikirkan rekor,” kata Marquez kepada Speedweek.

Marquez punya ambisi untuk mengumpulkan gelar juara dunia sebanyak yang ia bisa lakukan.

“Saya lebih fokus untuk mengejar gelar juara.

Target seperti ini membuat saya fokus dan selalu tampil cepat, dan target saya selalu menjadi juara dunia di tiap musimnya.

Itulah cara menjaga momentum, dan itulah mentalitas yang tepat, hingga Anda termotivasi,” sambung rider Cervera itu.

Di sisi lain, karena sengitnya persaingan di MotoGP, membuat Marquez sempat mengalami hubungan yang naik turun dengan Rossi.

“Hubungan dengan Rossi sekarang baik-baik saja.

Pada akhirnya, yang terpenting adalah hasil di lintasan. Rivalitas adalah hal normal, dan ini berlaku pada semua rider.

Jika seorang pembalap menjadi saingan utama dalam perebutan gelar juara, maka tak bisa menjaid teman.

Tapi saya dan Rossi masih punya hubungan baik dan profesional,” akuinya.

Hubungan Marquez dan Rossi pertama kali renggang pada akhir musim 2015 lalu yang diwarnai dengan #SepangClash.

Tapi setelah seri MotoGP Argentina lalu, keduanya sudah berdamai dengan Rossi yang menawarkan jabat tangan ke Marquez. (DN/eV)