Masa Depan Gardner di KTM dalam Bahaya, Terancam Pindah Superbike

0
Masa depan Gardner di KTM dalam Bahaya, Terncam Pindah Superbike
Remy Gardner (Tech3 KTM Factory Racing) MotoGP Le Mans, Prancis 2022 / runganSport © MotoGP.

Remy Gardner sedang mengalami proses adaptasi yang sangat sulit dengan KTM di musim debutnya ini.

Le Mans, runganSportPembalap Australia, Remy Gardner debut di MotoGP tahun ini dengan tim Satelit Tech3 KTM Factory Racing.

Sebelumnya, dia memenangkan gelar juara dunia Moto2 pada 2021 lalu.

Tapi naik ke kelas utama tak semulus yang diharapkan, adaptasi dengan motor berjalan lambat dan hanya mencetak tiga poin dalam tujuh balapan sejuah ini.

Selain masalah adaptasi dengan motor, hal lain yang paling membebani Gardner adalah kecelakaan, Remy sudah terjungkal sebanyak enam kali.

Walaupun dia tidak mengalami cedera serius, memar yang dia derita di titik-titik sensitif seperti punggung atau lengannya sangat membatasi dia dalam mengendarai RC16, yang, dari sudut pandangnya, sangat membutuhkan update.

Dalam balapan terakhir kemarin di Le Mans, Gardner kembali gagal finis usai terjatuh dan nol poin.

“Ini adalah akhir pekan yang sangat sulit bagi kami, Sulit bagi kami untuk menemukan ritme yang baik atau konfigurasi yang benar pada hari Jumat dan Sabtu, TAPI pada hari Minggu sepertinya kami berhasil mengambil langkah kecil,” uajrnya seperti dimuat Motosan.

Gardner kemudian menyalahkan rookie lainnya, Fabio DiGiannantonio atas kecelakaannya dalam balapan Le Mans.

“Di Giannantonio menutup racing line di depan wajah saya, saya terjatuh sayangnya saya harus gagal finis,” klaim Gardner.

Gardner dengan tiga poin sejauh ini berada di urutan terakhir papan klasemen, dia sangat menderita dengan kondisi ini.

“Saya tidak menikmati hidup saya saat ini. Setiap minggu saya mengalami cedera baru, begitu banyak luka yang mempengaruhi saya,” akuinya.

Gardner merasa hampir tidak mungkin untuk menjadi kompetitif di atas motor dan mengatakan bahwa setiap kali dia mencoba mendorong, maka berakhir di gravel, karena itu dia meminta bantuan dari KTM.

“Setiap kali saya mendorong, saya berakhir di gravel. Saya berharap kami mendapatkan update untuk motor secepatntya. Minggu ini di rumah akan berguna untuk mencoba melupakan semua ini,” keluhnya.

Masalah lainnya adalah pasar transfer pembalap, banyak pembalap dikaitkan dengan KTM dan dia sadar mungkin tak akan mendapat tempat tahun depan.

Tapi tak masalah baginya jika harus keluar dari MotoGP, karena masih ada kompetisi balap lain.

“KTM yang harus mengucapkan kata terakhir. Jika mereka tidak menginginkan saya lagi, saya akan pergi ke kejuaraan balap Superbike.

Baca: Aleix Rins Ungkap KTM Tertarik Padanya

Dengan hasil yang telah saya capai selama ini, saya masih bimbang tentang masa depan saya,” tutupnya. (DN/eV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here