Home MotoGP Mir Ungkit Dulu Selalu Kalahkan Quartararo di Moto3

Mir Ungkit Dulu Selalu Kalahkan Quartararo di Moto3

Mir Ungkit Dulu Selalu Kalahkan Quartararo di Moto3
Joan Mir (Suzuki Ecstar) vs Francesco Bagnaia (Peamac Racing Ducati) Race MotoGP Phillip Island, Australia 2019 / runganSport © MotoGP.

Joan Mir berhasil menjadi rookie terbaik kedua di bawah Fabio Quartararo pada musim 2019, tapi ia tak menjadikan pembalap Prancis itu sebagai contoh.

Barcelona, runganSport — Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir menyelesaikan tahun rookie-nya di MotoGP di posisi kedua belas klasemen akhir.

Hasil ini menjadikannya sebagai pembalap pendatang baru terbaik keduanya, dibawah pembalap Prancis, Fabio Quartararo.

Meski demikian, Mir mengakui ia tak lebih buruk dari Quartararo, ia mengagumi apa yang telah ditunjukkan oleh ‘El Diablo’ sepanjang 2019, tapi ia menilai jagoan Petronas Yamaha SRT itu bukan referensi yang ideal baginya.

“Saya mendapat posisi kelima di Phillip Island, menjadi finis terbaik bagi saya.

Saya melihat tahun 2019 sebagai tahun pembelajaran yang penting, tapi saya juga tahu bahwa masih ada banyak pekerjaan di depan,” ujar Mir seperti diberitakan Speedweek.

“Saya harus melanjutkan pengembangan saya. Hasil saya tidak negatif, terutama menjelang akhir musim. Saya bisa melihat cahaya di ujung terowongan,” terang Mir dalam wawancara bersama Motosprint.

Jadi, apa masalah utama Mir di MotoGP?

“Karena saya sering jatuh pada balapan akhir pekan pertama, saya bingung. Saya pikir tidak banyak yang bisa dipelajari. Tapi setelah cedera, saya menemukan cahaya (harapan) lagi,” jelas anak Spanyol itu.

Lalu bagaimana tanggapan Mir tentang mantan rekan setimnya di Moto3, Quartararo?

“Quartararo tidak pernah menjadi rujukan bagi saya. Bakatnya hampir tidak muncul di Moto3, kami menggunakan motor yang sama dan saya selalu berakhir di depannya.

Di Moto2, dia juga tidak beradaptasi dengan cepat. Baru pada tahun keduanya ia mulai mendapatkan hasil yang baik,” kenang Mir.

Tapi di MotoGP, Quartararo malah jauh lebih baik dari Mir, bagaimana Mir menyikapi perubahan performa ini?

“Faktanya, dia berada di posisi puncak klasemen akhir (rookie), tapi saya tidak berpikir dia lebih baik dari saya, saya tidak pernah percaya itu.

Dan saya pikir dia tidak belajar secepat itu dalam setahun. Segalanya tidak berjalan seperti itu,” tegas jagoan Suzuki itu.

Meski demikian, Mir tetap memuji musim debut spektakuler Quartararo pada 2019.

Tahun 2018 lalu Bagnaia sangat spektakuler di Moto2, tapi di tahun MotoGP pertama itu sulit, dan apa yang dilakukan Quartararo luar biasa.

Karena berada di garis depan pada tahun MotoGP pertama dan bertarung dengan Marquez adalah sensasional,” pujinya.

Sementara Mir mengakui musimnya sedikit lebih rumit bersama Suzuki.

“Jalan saya lebih rumit. Tapi saya senang untuk Quartararo karena saya kenal dia dan dia pria yang baik.

Baca: Terungkap Penyebab Motor Rossi Selalu Bermasalah

Saya juga bahagia untuk diri saya sendiri karena saya tidak melakukan hal buruk dan percaya bahwa saya bisa berada di garis depan pada tahun 2020 untuk bertarung dengan yang terbaik,” demikian Mir. (DN/eV)

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here