Home MotoGP Nakagami: Crutchlow Marah Karena Senggolan Catalunya

Nakagami: Crutchlow Marah Karena Senggolan Catalunya

Nakagami: Crutchlow Marah Karena Senggolan Catalunya
Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) MotoGP Brno, Ceko 2019 / runganSport © MotoGP.

Cal Crutchlow menyebut rekan setimnya di LCR Honda, Takaaki Nakagami tak pantas mendapat motor pabrikan, lalu Nakagami menuding rider Inggris itu masih marah soal senggolan di MotoGP Catalunya.

Brno, runganSport — Pembalap Satelit LCR Honda Idemitsu asal Jepang, Takaaki Nakagami awalnya meminta kesedian Honda agar memberinya motor pabrikan mulai tahun depan.

Mendengar hal tersebut, rekan setimnya di LCR Honda Castrol, Cal Crutchlow menilai Nakagami tak pantas mendapat motor pabrikan.

Sebagai informasi, tahun ini Nakagami menjadi satu-satunya pembalap Honda yang menggunakan motor 2018, sementara Crutchlow bersama dengan dua rider Repsol Honda, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo mendapat motor pabrikan 2019.

Karena tak mendapat dukungan dari Crutchlow, lantas Nakagami menyebut jika rekannnya itu masih marah soal senggolan di MotoGP Catalunya beberapa waktu yang lalu.

Atas dasar sakit hari sebelumnya, membuat Crutchlow berpendapat bahwa Nakagami tak pantas mendapat motor pabrikan, begitulah maksud Nakagami memahami komentar rider Inggris itu.

Nakagami sendiri mengakui bahwa mereka masih saling menghormati, tapi sudah ada banyak perubahan dalam hubungan sebagai rekan satu tim.

“Tidak, dia tidak pantas menerimanya, saya rasa tidak,” kata Crutchlow soal kemungkinan Nakagami mendapat motor pabrikan.

Baca: Crutchlow: Nakagami Tak Pantas Dapat Motor Pabrikan

Menanggapi pernyataan Crutchlow, Nakagami mengindikasikan hubungan mereka berubah setelah insiden senggolan di Catalunya.

“Perasaan saya (dengan Cal) masih baik-baik saja. Selama balapan di Catalunya, saya mengambil sedikit risiko untuk menyalipnya dan setelah itu dia marah.

Tapi seperti yang saya katakan setelah race, ‘inilah balap’,” kata Nakagami kepada Crash.

“Sedikit berubah (setelah Catalunya), tapi saya tetap menghormatinya. Tentu saja saya selalu, katakanlah, ingin mengalahkannya, karena ini adalah saingannya; rekan setimnya adalah target terbesar.

Jadi dari sisi saya, saya tidak mengubah apa pun. Saya masih menghormatinya dan selalu saya membandingkan data Cal.

Saya merasa seperti ini adalah MotoGP, semua orang ingin mengalahkan yang lainnya.

Saya ingin fokus pada diri saya sendiri karena saya tidak sempurna, tetap saja saya tidak cukup baik. Ini saya mengerti.

Masih ada sepuluh balapan lagi dan saya ingin berkembang di balapan demi balapan, dan jika saya punya kesempatan, tidak setiap balapan tetapi beberapa balapan, saya ingin mengalahkan Crutchlow,” sambung Nakagami.

Baca: Bradl: Crutchlow Banyak Bacot

Selain dengan Nakagami, Crutchlow juga beanggap pembalap penguji HRC, Stefan Bradl tidak cukup cepat untuk mendapat kontrak pembalap tetap di MotoGP.

Dalam dua kesempatan yang sudah berlalu, Bradl tampil bersama Marquez di Repsol Honda, sebagai pengganti sementara Lorenzo. (DN/eV)

NEXT: Lorenzo Absen di Inggris, Comeback di September Misano?

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here