Home MotoGP ‘Petahana’ Tumbang, Alex Rins Penguasa Baru CoTA

‘Petahana’ Tumbang, Alex Rins Penguasa Baru CoTA

'Petahana' Tumbang, Alex Rins Penguasa Baru CoTA
Marc Marquez (Repsol Honda) & Alex Rins (Suzuki Ecstar) Race MotoGP Austin, Amerika 2019 / runganSport © MotoGP.

Texas, runganSport — Rider Repsol Honda, Marc Marquez pertama kali naik ke MotoGP pada musim 2013, bertepatan dengan gelaran MotoGP pertama yang berlangsung di CoTA (Circuit of The Americas), Austin, Texas – Amerika Serikat.

Marquez telah menang dan menguasai lintasan Austin berturut-turut sejak 2013 sampai 2018 kemarin, dan hampir saja kembali menjadi yang tak terkalahkan tahun ini.

Namun sayangnya, ia tersungkur di Tikungan 12 saat balapan baru berlangsung 9 lap, Marquez sudah mencoba bangkit lagi namun motornya mogok.

Rider Spanyol itu terpaksa mengakhir balapan lebih dulu dan sekarang ia bukan lagi penguasa Grand Prix Amerika.

Setelah kecelakaan Marquez, pimpinan balapan diambil alih rider Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi.

Rossi memimpin balapan hingga empat lap jelang finis, saat itu ia langsung dimangsa bintang Suzuki Ecstar, Alex Rins dan Rossi tak mampu membalas serangan rider Spanyol itu sampai bendera finis berkibar.

Rins keluar sebagai pemenang baru di Austin tahun 2019, setelah enam tahun dalam cengkeraman dominasi Marquez.

Marquez yang bukan lagi penguasa MotoGP Amerika tahun ini mengaku melakukan kesalahan yang membuatnya terjatuh.

“Saya melakukan kesalahan dan ini bisa saja terjadi pada pembalap mana saja, saya hanya manusia biasa,” kata Marquez setelah balapan berlangsung.

Rossi yang sudah berharap bisa menang dengan kecelakaan Marquez, harus kembali kecewa lantaran ia keliru menghadapi serangan Rins.

“Saya dua kali melakukan kesalahan saat ingin melewati Rins di tikungan, saya melebar dan akhirnya tertinggal dari Rins,” keluh Rossi.

Kemenangan Rins di Amerika pekan lalu menjadi kemenangan perdananya di kelas MotoGP, dan kemenangan pertama juga bagi Suzuki sejak seri Inggris tahun 2016 lalu.

“Saya sangat bahagia, saya kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan perasaan saya.

Suzuki mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik, meningkatkan motor ini menjadi kompetitif,” jelas Rins gembira.

Selain menang, hal yang membuat Rins semakin sumringah adalah bisa mengalahkan Rossi di balapan sepanjang 20 lap kemarin.

“Saya mengalahkan Rossi, ini sulit dipercaya, karena dia idola saya ketika saya masih sangat muda,” akuinya.

Sebenarnya Rins sulit bisa menang di Austin jika Marquez tak terjatuh.

Dominasi yang dibangun Marquez dengan begitu perkasa sejak 2013 lalu, hancur seketika oleh kesalahannya sendiri, bukan karena pembalap lain. (DN/eV)