Quartararo: Awalnya Saya Dihina Tak Layak ke MotoGP

0
404
Quartararo: Awalnya Saya Dihina Tak Layak ke MotoGP
Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) Race MotoGP Mandalika, Indonesia 2022 / runganSport © MotoGP.

Fabio Quartararo mengungkap bahwa banyak orang menyebutnya tidak layak naik ke MotoGP karena betapa buruknya dia di Moto2.

Andorra, runganSport — Pembalap asal Prancis, Fabio Quartararo adalah salah satu pembalap dengan talenta luar biasa di grid, sejak usia 14 tahun dia sudah memenangkan gelar juara dunia CEV Moto3.

Sayangnya, ketiga naik ke Moto3 dan Moto2, perjalanan karir balapnya sedikit naik turun, bahkan nama Quartararo mulai agak terlupakan pada saat itu.

Ketika datang tawaran dari Petronas untuk membalap di MotoGP, mayoritas meremehkan Quartararo, mengingat betapa buruknya musim Moto2 El Diablo pada tahun 2018.

Kejutan ditunjukkan oleh Quartararo, dengan menjadi rookie terbaik pada 2019 di kelas utama dan menunjukkan siapa dia sebenarnya, membalikkan semua penilaian buruk.

“98% orang mengatakan saya tidak pantas mendapat tempat di MotoGP.

Saya hanya memenangkan satu balapan, kata mereka.

Tapi promosi kelas terjadi saat saya mendapat hasil terbaik di Moto2 dan saat Jorge Lorenzo pergi ke Honda,” kata Quartararo mengenang,berbicara sebuah wawancara dengan Solomoto, seperti dikutip Motorcyclesports.net.

Tawaran yang datang kepada Quartararo dapat dikatakan datang sekali seumur hidup.

“Manajer saya memberi tahu saya bahwa saya punya kemungkinan untuk naik ke MotoGP bersama Petronas dan bertanya apakah saya siap.

Saya mengatakan kepadanya ya. Saya ingat bahwa keputusan dibuat antara balapan di Assen dan Jerman.

Itu adalah sepuluh hari terbesar dalam hidup saya, karena di atas meja ada nama sepuluh pembalap.

Setiap hari mereka menyingkirkan seorang pembalap dan pada malam hari saya menelepon agen saya untuk mencari tahu tentang situasinya.

Kesempatan saya akhirnya tiba,” jelas pria Prancis itu lebih lanjut.

Baca: Kenang Debut, Quartararo: Saya Masih Bocil, Terlalu Cepat ke MotoGP

Quartararo menderita di Moto3 dan Moto2, tapi dia kini sangat sukses di kelas utama, termasuk gelar juara dunia pada 2021 lalu dan runner-up pada 2022. (rs/gp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here