Home MotoGP Rahasia Marquez Kurangi Kecelakaan di MotoGP

Rahasia Marquez Kurangi Kecelakaan di MotoGP

Rahasia Marquez Kurangi Kecelakaan di MotoGP
Marc Marquez (Repsol Honda) Kualifikasi MotoGP Sepang, Malaysia 2019 / runganSport © ATP/Speedweek.

Marc Marquez mengatakan bahwa ia harus mengubah gaya balap demi menurunkan jumlah kecelakaan di tiap musimnya.

Sepang, runganSport — Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez terkenal sangat agresif di kelas utama, gaya balapnya yang sangat beringas memang menjadi pembeda dari kebanyakan pembalap.

Awal kedatangan Marquez begitu liar di MotoGP, tapi perlahan ada sedikit perubahan pada diri Marquez, termasuk gaya balap.

Perubahan ini bukan tanpa sebab, karena ia berusaha untuk mengurangi jumlah kecelakaannya di tiap musim.

Pada tahun 2017 yang lalu, Marquez tercatat mengalami kecelakaan sebanyak lebih dari 30 kali sepanjang musim.

Setelah itu, Marquez berjanji pada diri sendiri untuk lebih aman dalam berkendara dan menjalani balapan.

Targetnya berhasil, di musim 2018 kecelakaannya berkurang menjadi 20 kali, tapi itu karena ia mengubah gaya balap.

“Saya telah mengubah gaya balap saya dan berhasil menghindari jatuh,” ujar Marquez usa balapan di Malaysia.

Tapi, sehari setelah balapa, yakni di sesi Kualifikasi, Marquez sempat mengalami high-side di T2 sirkuit Sepang, membuat badannya memar-memar.

Itu dalah ke-12 kalinya Marquez alami kecelakaan sejauh musim 2019 ini, berkurang drastis dibanding 2017 dan 2018.

“Pada 2017, salah satu tujuan untuk tahun berikutnya adalah mengurangi jumlah kecelakaan per musim.

Karena saat itu saya jauh lebih dari 30 kali dalam satu tahun.

Sebelum musim 2018, saya menetapkan tujuan untuk agar lebih sedikit kecelakaan.

Saya berhasil karena saya mengubah gaya balap saya tahun ini,” kata Marquez menjelaskan kepada Speedweek.

“Saya berhasil mengurangi risiko di titik masuk tikungan dan menggunakan kekuatan ekstra di titik keluar tikungan.

Tapi tak dapat dimungkiri bahwa kita perlu mengambil langkah lain di bidang ini.

Tentu, saya sekarang sudah jarang jatuh dengan tekni ini. Tapi berapa kali saya baru saja melakukan aksi save?

Jadi kita masih punya pekerjaan yang harus dilakukan. Karena di bagian terakhir dari fase pengereman, kami masih menghadapi situasi kritis saat memuat ban depan,” demikian anak Cervera itu. (DN/eV)

1 Komentar

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here