Home MotoGP Rossi: Saya Sudah Menang 89 Kali di MotoGP

Rossi: Saya Sudah Menang 89 Kali di MotoGP

Rossi: Saya Sudah Menang 89 Kali di MotoGP
Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) MotoGP Sachsenring, Jerman 2019 / runganSport © Yamaha MotoGP.

Assen, Belanda 2017 adalah kemenangan terakhir Rossi di MotoGP sejauh ini, artinya sudah dua musim lebih ia absen dari puncak podium di tiap pekan balapnya,- runganSport.

Tavullia, runganSport — Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi sejauh MotoGP 2019 ini berjalan, belum mampu mengamankan satu pun kemenanangan.

Ia hampir melakukannya di MotoGP Amerika yang lalu, tapi pada akhirnya kalah oleh rider Suzuki Ecstar, Alex Rins.

Rossi terakhir kali memenangkan balapan MotoGP adalah di seri Assen, Belanda 2017 lalu, artinya sudah dua musim lebih The Docotor tak pernah menang balap lagi.

Meski demikian, Rossi menghibur diri dengan candaannya, ‘saya tidak terlalu buruk’ ketika ditanya tentang kekalahan beruntun MotoGP saat ini.

Rossi yang sudah kalah beruntun 36 balapan sejauh ini, menjadi rekor terpanjang keduanya setelah kekalahan beruntun dengan 44 kali kalah balap, dari Phillip Island 2010 sampai Assen 2013, termasuk dua musim saat bersama Ducati.

“Jelas saya tak suka dengan kekalahan beruntun ini, tapi itu sudah pernah terjadi dalam karir balap saya, setelah itu saya bisa kembali (menang),” kata Rossi sebagaimana dilaporkan Crash.

Sejauh ini di kelas utama meski sudah jarang di podium puncak, Rossi telah dengan sukses menang sebanyak 89 kali sejak debutnya pada tahun 2000 kelas 500cc/utama.

Sebagai perbandingan, rider Repsol Honda, Marc Marquez saat ini sudah dengan 49 kemenangan.

Rossi sendiri mengakui bahwa mungkin saja ia tak bisa menang lagi, tapi ia akan tetap berusaha meraihnya.

“Saya sudah memenangkan 89 balapan di MotoGP, saya tidak terlalu buruk!

Jadi saya bisa ‘mengelola’ jika saya tetap di 89 kemenangan!” tutur rider Italia itu sambil tertawa.

Menang di MotoGP saat ini menang sulit, tapi Rossi tak akan menyerah begitu saja, walau usai semakin tua, tapi semangat juang Rossi masih membara.

“Kita tak boleh menyerah karena memang benar saya sudah tua, tapi sebenarnya saya sudah tua dua tahun lalu, juga sejak lima tahun yang lalu saya sebenarnya sudah tua,” tegas Rossi menambahkan.

Lantas apa kendala sebenarnya Rossi sekarang ini? mengapa ia terlihat begitu kesulitan dengan M1 nya, motor yang pernah membuatnya merajai hampir semua lintasan dalam banyak tahun-tahun gemilang.

Sementara sang tandem, Maverick Vinales dan juga rider Satelit Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo mulai kuat dan konsisten mengatur kecepatan dengan motor yang sama.

Apakah Rossi yang bermasalah, motorkah atau malah timnya yang dalam kondisi kurang baik?

Mengingat kesulitan Rossi saat ini, mungkinkah peran Silvano Galbusera (kepala kru) sekarang dalam bahaya dan bisa saja digantikan oleh orang lain?

“Saya tidak berpikir demikian, karena kami bekerja keras, saya merasa baik dengan semua tim saya, dan sudah lama kami bersama dengan Silvano,” akui anak Tavullia itu.

Paruh pertama MotoGP 2019 telah usai, pencapaian terbaik Rossi adalah podium dua dua kali beruntun di Argentina dan Amerika.

Tapi juga ada catatan sangat buruk dimana The Doctor gagal finis tiga kali beruntun dari Italia ke Catalunya dan Belanda.

Rossi sekarang merosot ke posisi enam klasemen sementara dengan 80 poin, terpaut lima poin dari posisi lima Vinales. (DN/eV)

NEXT: Moto2: Dimas Ekky 0 Poin di Paruh Pertama 2019