Home MotoGP Stoner: Rossi Dulu Jagoan Tanpa Tanding, Sekarang Menyedihkan

Stoner: Rossi Dulu Jagoan Tanpa Tanding, Sekarang Menyedihkan

Stoner: Rossi Dulu Jagoan Tanpa Tanding, Sekarang Menyedihkan
Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) Race MotoGP Misano, Emilia Romagna 2020 / runganSport © MotoGP.

Casey Stoner menyebut kondisi Valentino Rossi di MotoGP saat ini sangat menyedihkan.

Aragon, runganSport — Legenda MotoGP asal Australia, Casey Stoner memutuskan untuk meninggalkan MotoGP pada akhir musim kompetisi 2012 silam, ketika dia baru berusia 27 tahun dan secara teori masih bisa mencetak karir yang panjang di depannya.

Sejak keputusan mengejutkan itu, Stoner itu pernah lagi berpikir untuk kembali balapan, tapi sempat menerima tawaran sebagai penguji untuk HRC dan Ducati Corse.

“Tidak ada kemungkinan saya akan kembali membalap. Ketika saya membuat keputusan pada tahun 2012, saya sangat percaya diri dan tidak pernah melihat ke belakang.

Ada banyak alasan yang mendorong saya untuk mengambil keputusan itu. Saya merasa olahraga ini tidak berjalan sesuai keinginan saya.

Saya ada di sana karena murni hobi akan olahraga, bukan untuk ketenaran atau kesuksesan,” kata Stoner dalam wawancara terbaru dengan Motorsport, sebagaima dimuat Tuttomotoriweb.

Stoner terkenal sebagai salah satu lawan paling tangguh pembalap asal Italia, Valentino Rossi.

The Doctor tujuh tahun lebih tua dari Stoner, tapi dia masih membalap sampai sekarang.

Hal inilah yang membuat Stoner merasa kasihan, karena Rossi yang dulu begitu tangguh, sekarang sudah sangat jarang mencetak kemenangan.

“Bagi saya ketika saya balapan melawan dia, dia adalah seorang pemenang, seorang pembunuh, dia melakukan segalanya untuk memenangkan balapan. Namun, sekarang, 5 besar atau podium seperti kemenangan baginya dan ini menyedihkan menurut saya.

Dia melakukan segalanya untuk memenangkan balapan, tapi hari ini dia tampaknya mengalami kesulitan melakukan ini,” jelas Stoner dalam pendapatnya.

Lalu apa asalan sebenarnya Stoner meninggalkan Ducati dan kembali ke Honda.

“Saya beralih ke Honda karena pada 2009, setelah menderita intoleransi laktosa (gangguan pencernaan akibat tubuh tidak dapat mencerna laktosa), saya mengalami kesulitan dan saya tidak suka bagaimana Ducati menangani situasi.

Mereka telah menawarkan salah satu lawan saya hampir dua kali lipat gaji saya untuk ikut mereka saat saya pergi.

Mereka mengatakan banyak hal negatif tentang saya kepada pers dan mereka tidak mendukung saya,” akui Stoner.

Baca: Resmi! Honda dan Repsol Perpanjang Kerja Sama Hingga 2022

Stoner berhasil menjadi juara dunia bersama Ducati pada 2007 dan bersama Honda pada 2011. (DN/eV)

2 COMMENTS

  1. Rossi itu sudah lama ‘menyedihkan’. Tendang seorang pembalap Jepang saat masih di kelas 250cc, lambaikan jari tengah ke arah Max Biaggi, pepet Sete Gibernau ke luar lintasan di GP Espanol 2005 dan Casey Stoner di Laguna Secca 2008, terakhir Sepang Clash 2015 tendang Marquez… tua bangka ini lebih cocok jadi atlet taekwondo…

  2. Lain dulu lain sekarang…dulu yg dia cari kemenangan…klo sekarang kesenangan sja…hoby dia di moro GP…jdi klo skrng dia kalah atau menang gk masalah karena dia hanya mencari kesenangan sja…paham kan…stoner pecundang

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here