Home MotoGP Sudah Juara Dunia, Akhirnya Marquez Ungkap Kekuatan Honda

Sudah Juara Dunia, Akhirnya Marquez Ungkap Kekuatan Honda

Sudah Juara Dunia, Akhirnya Marquez Ungkap Kekuatan Honda
Marc Marquez (Repsol Honda) MotoGP Termas, Argentina 2019 / runganSport © MotoGP.

Marc Marquez berhasil menang dan mengunci gela juara dunia di MotoGP Thailand, ia juga menjabarkan apa saja yang menjadi kekuatan Honda tahun ini.

Buriram, runganSport — Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez memastikan gelar MotoGP keenam (kedelapan semua kelas) usai kemenangan atas rider Satelit Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo di MotoGP Thailand, Minggu (6/10) akhir pekan.

Kini Marquez unggul 110 poin dari pembalap Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso dengan sisa empat balapan. Artinya Dovi dipastikan gagal menjeladi juara dunia tahun ini.

“Tentu saja saya sangat senang. Karena jika Anda punya banyak keuntungan di klasemen, maka Anda menyadari bahwa gelar semakin dekat.

Anda kemudian harus mencari motivasi tambahan. Dan saya termotivasi karena saya ingin memastikan gelar dengan cara ini.

Dengan balapan yang mengasyikkan dan kemenangan yang menyenangkan,” kata Marquez setelah balapan di Buriram, sebagaimana dimuat Speedweek.

“Saya berhasil, Quartararo sangat cepat sepanjang balapan, tapi saya tak pernah menyerah.

Perasaan yang luar biasa untuk balapan di sini dan yang lebih baik ketika saya melewati garis finish sebagai pemenang.

Saya tidak pernah memikirkan gelar, saya hanya mementingkan memenangkan balapan.

Setelah melewati garis finis, saya kewalahan, karena tim Repsol Honda telah melakukan pekerjaan yang luar biasa lagi musim ini. Ini mimpi yang menjadi kenyataan lagi.

Saya senang, para penggemar senang, kami mengadakan pesta yang menyenangkan dengan bola biliar kedelapan, yang saya kantongi dengan kemenangan gelar yang benar-benar kedelapan,” ungkap Marquez melanjutnya.

Marquez telah berhasil memenangkan enam dari tujuh gelar sejak debutnya di kelas utama pada 2013, hanya ada satu pembalap yang pernah menjadi juara dunia sejak kedatangannya, yakni pembalap Spanyol, Jorge Lorenzo pada 2015.

“Gelar keenam ini adalah sesuatu yang istimewa, sama seperti yang lain sebelumnya.

Karena itu tidak mudah untuk menghidupkan kembali ambisi dan mempertahankan mental pemenang.

Tapi tim saya mengerti semua situasi. Ketika masalah muncul, mereka tidak pernah menyerah.

Semua orang tetap tenang, yang memang tidak selalu mudah. Tetapi itu adalah dasar untuk kesuksesan kita.

Karena tekanan selalu ada, setiap pembalap adalah manusia, ia harus mampu mengatasinya.

Selain itu, prpa-musim terasa berat. Saya menjalani operasi bahu, yang merupakan cedera serius berkepanjangan.

Kami tidak fit 100 persen di awal musim. Tapi kami telah melakukan dengan baik bagian pertama musim ini.

Sekarang kita akan merayakan dan bersukacita atas semua pencapaian yang telah kita capai pada tahun 2019,” sambung Marquez senang.

Sama seperti di San Marino, Marquez kembali mengalahkan Quartararo sampai lap terakhir di Thailand.

“Quartararo adalah salah satu rival terbesar untuk musim depan, saya sudah mengatakan itu beberapa waktu yang lalu.

Dia membawa Yamaha dengan sangat terampil, dia menemukan cara untuk mempertahankan kecepatan tikungan yang sangat tinggi.

Dia membuat perbedaan sebagai pembalap. Tapi hari ini kami berhasil karena mesin kami yang lebih kuat, saya lebih cepat di dua lintasan lurus.

Tetapi di Sektor 2 dan 3 dia yang untung. Dia jauh lebih cepat. Karena jika Anda punya torsi sebanyak kami, Anda kehilangan grip.

Dan jika Anda punya grip yang baik, maka pasti mengorbankan torsi. Jadi, Anda harus menemukan komposisi yang tepat, kami menemukannya yang terbaik tahun ini karena kami kompetitif di semua sirkuit. Ini membuat saya menjadi pembalap paling konsisten tahun ini,” demikian Marquez merinci. (DN/eV)

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here