Home MotoGP Yamaha Bisa Gagalkan Valentino Rossi Juara Dunia 2019

Yamaha Bisa Gagalkan Valentino Rossi Juara Dunia 2019

Yamaha Bisa Gagalkan Valentino Rossi Juara Dunia 2019
Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha), MotoGP Losail, Qatar 2019 / runganSport © MotoGP.

Jakarta, runganSport — Tim Monster Enegy Yamaha mengawali musim 2019 ini dengan kurang manis, kedua pembalap mereka masih kesulitan dan mengeluhkan masalah yang sama dengan tahun lalu.

Valentino Rossi berhasil finis di posisi kelima di MotoGP Qatar kemarin setelah start dari urutan ke-14.

Sedangkan sang tandem, Maverick Vinales harus puas finis ketujuh, meski mengawali balapan dari posisi paling depan di grid.

Balapan sepanjang 22 lap di sirkuit Losail kemarin kembali menggambarkan Yamaha 2019 sama persis seperti Yamaha tahun lalu.

Vinales mampu tampil cepat saat mencetak waktu tercepat di lap tunggal, tapi masih tetap kedodoran saat balapan.

Kemudian Rossi, ia dan Vinales sejatinya mengeluhkan masalah yang sama, namun pengalaman panjang Rossi di MotoGP mampu membawanya finis lebih baik dari rekan setimnya.

Tapi, kecepatan M1 saat ini belum cukup mendukung kebutuhan Rossi di lintasan, walau segudang pengalaman, Rossi tetap butuh motor yang super kompetitif untuk melawan para saingan yang terus berkembang, sayangnya Yamaha belum mampu menghadirkan kuda besi terbaik untuk kedua andalan mereka.

Rossi terakhir kali menang balap di Assen musim 2017 lalu, itu sudah lama sekali, perlu diingat lagi bahwa The Doctor menghabiskkan seluruh balapan di musim 2018 tanpa satu pun kemenangan.

Di musim yang baru ini, jangan sampai Yamaha mengulang kesalahan yang sama.

Ayah Rossi, Graziano pernah menyampaikan beberapa waktu yang lalu bahwa jika anaknya gagal, itu murni karena faktor motor, mengingat ia masih percaya bahwa Rossi belum melemah meski usia semakin menanjak.

Di awal musim 2018 lalu, David Gruz pernah berujar bahwa Rossi tak cukup untuk menjadi juara dunia dengan mengandalkan kemampuan dan pengalaman balap semata, perlu dan wajib didukung oleh paket motor yang bisa meladeni panasnya persaingan barisan depan.

“Sepertinya Yamaha punya terlalu banyak kekurangan untuk membawa pembalapnya meraih gelar juara dunia, tapi Rossi harus bisa menggunakan semua pengalaman dan bakatnya untuk menutupi kekurangan M1 2018,” ujar David Gruz memberikan prediksinya tentang musim 2018 sebelum kompetisi dimulai.

Baca: Yamaha Bisa Gagalkan Rossi Juara Dunia 2018

Di akhir musim terbukti, Yamaha lah yang menjadi penyebab utama Rossi gagal menjadi juara dunia karena motor mereka masih saja bermasalah.

Sekarang, di tahun 2019, apakah Yamaha sudah mampu menghadirkan motor dengan paket terbaik untuk Rossi atau malah akan mengulang kisah pilu yang sama seperti musim sebelumnya?

Sebelum balapan perdana di Qatar kemarin, Gruz kembali melayangkan prediksinya untuk Rossi di musim 2019 ini, apa katanya?

“Memang ironis, Yamaha memperbaiki masalah terburuknya mungkin berakhir dengan menyakiti Rossi ketimbang membantu perfora rider Italia itu, karena dengan motor Yamaha sekarang yang lebih kompetitif sangat menguntungkan Vinales,” katanya soal perkembangan motot M1.

Baca: Prediksi MotoGP 2019: Rossi Dipastikan Gagal Juara Dunia Lagi

Kurangnya grip pada ban belakang menjadi isu utama yang harus segera dihilangkan oleh Yamaha, usai Rossi dan Vinales mengeluhkan kendala menyebalkan itu di balapan malam Qatar yang lalu.

Keluhan yang sama seperti musim sebelumnya, ban belakang yang bermasalah membuat performa keduanya semakin pudar lap demi lap saat bertarung di lintasan.

Sekarang, apa kata pengamat senior MotoGP dari Italia, Carlo Pernat usai menyaksikan performa Rossi di sirkuit “Padang Pasir” Doha kemarin?

“Rossi kembali menunjukkan bahwa dia adalah sosok yang kompetitif.

Rossi start dari urutan ke-14 dan berakhir finis di posisi kelima, hasil ini menunjukkan Rossi masih mampu bersaing, tapi Yamaha harus bekerja lebih keras lagi.

Kita semua berharap bahwa Yamaha bisa melakukan itu dengan sesegera mungkin, karena Rossi sudah memberikan bukti bahwa ia masih bisa bersaing,” ungkap Pernat.

Memulai balapan dari posisi ke-14 dan berakhir dengan posisi lima adalah bukti bahwa Rossi masih bernyali dan kompetitif.

Vinales yang awalnya menggeber M1 dari posisi Pole namun berakhir ketujuh seakan menjadi pembenar bahwa kemampuan balap Rossi tak perlu diragukan lagi.

Lalu, mengapa mereka berdua tak bisa bertarung di barisan depan untuk berebut podium dan meraih kemenangan? Masalahnya terletak pada motor.

Mengusung tema #BeastModeOn, Yamaha diharapkan benar-benar mampu menghadirkan motor yang bisa membuat kedua pembalap mereka menyerang di lini depan, bukan hanya sekedar pemanis di tiap akhir pekan balap.

Satu hal yang paling penting, jika Rossi berhasil kembali menjadi juara dunia, maka dampaknya bisa sampai dua atau tiga tahun kedepan. (DN/eV)

NEXT: Telat ke Moto2, Dimas Ekky Sulit Naik ke MotoGP