Bagnaia Dituding Menang Curang MotoGP Spanyol, Ducati Beri Penjelasan

0
1085
Bagnaia Dituding Menang Curang MotoGP Spanyol, Ducati Beri Penjelasan
Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) vs Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) Race MotoGP Jerez, Spanyol 2022 / runganSport © MotoGP.

Ducati memberikan tanggapan terkait rumor Francesco Bagnaia menggunakan tekanan angin ban di bawah batas minimum dalam MotoGP Spanyol.

Milan, runganSport — MotoGP Spanyol yang berlangsung di sirkuit Jerez 2022 dudah beberapa hari berlalu, dengan pemenanganya Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo).

Tapi sekarang berhembus kabar bahwa empat pembalap mencurangi tekanan ban saat balapan di Jerez, salah satunya Bagnaia.

Laporan ini dikeluarkan oleh Motorsport Magazine, dimana menyebut Bagnaia, Jorge Martin, Andrea Dovizioso dan Alex Rins menggunakan motor dengan tekanan ban yang tak sesuai regulasi MSMA.

Direktur olahraga Ducati, Gigi Dall’Igna, telah menanggapi hal ini dengan menggelar konferensi pers langsung untuk menjawab artikel di Motorsport Magazine.

“Peraturan memberikan tekanan minimal, tetapi Anda harus memikirkan bagaimana hal itu dikendalikan.

Karena saat ini pabrikan menggunakan sensor yang berbeda, yang berarti akurasinya berbeda.

Kami tidak berbicara tentang kecurangan, tapi tentang fakta bahwa kontrol tekanan tidak terjadi dengan cara yang sama untuk semua orang,” kata pria Italia itu seperti dimuat Motosan.

Setiap sistem memiliki kekurangan dan tidak sempurna, Dall’Igna berbicara tentang yang digunakan oleh Ducati.

“Saat ini bahkan metode pengambilan data tidak dilindungi, sehingga memungkinkan siapa pun untuk memperbaiki sinyal.

Ducati tidak melakukannya, tapi ada kemungkinan, dan saya tidak dapat mengesampingkan orang lain yang melakukannya, untuk memodifikasi data ini untuk berpura-pura berada dalam parameter yang benar padahal tidak. Lalu ada poin lain.

Setiap sistem memiliki kesalahan pengukuran, jadi apa yang tampak sebagai nilai dalam peraturan mungkin tidak benar-benar terjadi.

Seperti dalam kasus kamera kecepatan; pengukuran sederhana tidak otentik, tetapi kesalahan diperkirakan terjadi,” sambungnya menjelaskan.

Dall’Igna juga tak mengerti mengapa dokumen seperti ini bisa terungkap dengan data pribadi.

“Saya tidak tahu, itu hanya boleh dibagikan di antara pabrikan karena tidak memperhitungkan koreksi pengukuran.

Sebagai MSMA kami sedang mempelajari sistem baru untuk tahun depan, pada tahun 2023 kami semua akan memasang jenis sensor yang sama dan pada saat itu kami akan memiliki pembacaan yang selaras, tanpa dapat mengubah data. Selain aturan, kami juga akan memiliki sistem kontrol,” tambahnya.

Motorsport Magazine sebelumnya memuat artikel yang menyebut beberapa tim melanggar aturan tekanan ban MotoGP untuk mendapatkan keunggulan performa dan sejauh ini mereka lolos begitu saja.

“Batas minimum MotoGP adalah 1,9 bar (27,6psi) untuk slick depan dan 1,7 bar (24,6psi) untuk belakang.

Baca: Aspar: Gara-gara Elektronik Level MotoGP Makin Brutal, Sulit Menyalip

Jika lebih rendah dari angka itu maka melanggar aturan, sama seperti jika menggunakan tangki bahan bakar yang terlalu besar atau melewati kunci perangkat lunak dalam sistem elektronik spesifikasi MotoGP,” demikian bunyi artikel di Motorsport Magazine. (DN/eV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here