Begini Cara Honda Ubah Nakagami Jadi Marquez Sementara

1
7930
Begini Cara Honda Ubah Nakagami Jadi Marquez Sementara
Takaaki Nakagami (LCR Honda IDEMITSU) MotoGP Red Bull Ring, Styria 2020 / runganSport © MotoGP.

Bukan hanya menyalin data lalu meniru apa yang dilakukan Marc Marquez, tapi Takaaki Nakagami sekarang banyak mendapat bantuan dan dukungan teknis lainnya bagaimana cara mengeluarkan kemampuan maksimal Honda RC213V.

Spielberg, runganSport — Musim 2020 ini akan menjadi salah satu tahun tak terlupakan bagi tim Repsol Honda, karena sejauh lima balapan awal ini, tak ada satupun pembalap mereka yang berhasil menginjak podium.

Rookie Alex Marquez sangat jauh dan kesusahan di baris belakang, sementara sang abang yang merupakan tandemnya, Marc Marquez alami patah tulang lengan kanan bagian atas di balapan pertama.

Advertisements

Harus absen di empat seri setelah itu sejauh ini, dan kemungkinan baru pulih di akhir musim.

Hari-hari berat yang panjang sedang menimpa Repsol Honda, juga dengan tim lapis keduanya, Satelit LCR Honda, Cal Crutchlow juga tiba-tiba menurun drasti.

Secerca harapan muncul lewat pembalap Jepang, Takaaki Nakagami sebagai rekan setim Crutchlow di LCR beda sponsosr.

Selama Marquez absen dan Crutchlow cedera skafoid, Nakagami tiba-tiba mejadi kuat, kompetitif dan menantang barisan depan. Bahkan di balapan terakhir kemarin di Styria, Nakagami berpotensi memenangi balapan andai tak terjadi Red Flag.

Ternyata, Nakagami mencoba meniru data motor Marquez juga menaikkan level performanya di lintasan, tapi tak sesederhana itu, karena ada banyak orang baru terlibat danmasukan-masukan yang sangat penting.

Advertisements

Mesi demikian, walaupun Nakagami sangat berkomitmen mempelajari data Marquez dan fokus meniru gaya balapnya, tapi faktanta tak ada yang bisa mengulangi performa sesungguhnya dari juara dunia bertahan itu.

Memang, data Marquez pasti bisa membantu, tapi Nakagami bahkan tidak bisa mengubah gaya balapnya secara total.

“Salinan sederhana dari gaya balap atau salinan set-up tidak berfungsi,” terang Chief Engineer, Giacomo Guidotti dalam wawancara dengan Mat Oxley untuk Motorsportmagazine, sebagaimana dimuat Corsedimoto.

“Kami hanya berusaha mengeluarkan yang terbaik darinya. Tentu, kami menunjukkan kepadanya apa yang Marquez lakukan dengan motornya, seperti yang kami lakukan tahun lalu, tetapi dia tidak melakukan sesuatu yang berbeda, hanya adaptasi.

Kami memperlakukannya seperti pembalap top, kami mengatakan yang sebenarnya dan kami mengatakan kepadanya; ‘Di sinilah Anda harus belajar’ dan ‘Di sinilah Anda harus mengubah sesuatu’. Kami memberinya nasihat dan dia seperti spons,” sambung Guidotti.

Lain dengan tahun sebelumnya, sekarang Nakagami mendapat dukungan maksimal dari HRC.

Set-up dan distribusi bobot cukup berbeda dengan yang digunakan Marquez di musim MotoGP 2019, karena bangkai Michelin baru. Tidak adanya fenomena Cervera memungkinkannya untuk memiliki semua pemikiran teknik di sekitarnya. Dimulai dengan Direktur Teknis HRC, Takeo Yokoyama.

“Nakagami beradaptasi dengan gaya Marquez, meski sangat sulit,” akui Yokoyama.

“Jelas, HRC lebih mendukungnya, yang saya harap akan membantunya berkonsentrasi ketimbang mengganggunya.

Kondisi fisik yang fit juga menjadi hal lain yang tidak bisa Anda lupakan. Kalau dilihat dari tubuh Nakagami, sekarang lebih mirip Marquez.

Baca: Marquez: Honda Tak Dibangun Khusus untuk Saya

Honda menuntut pebalap menjadi sangat kuat dan bugar, seperti Marquez dan sekarang Nakagami siap memanfaatkan potensi motor secara penuh,” demikian pria Jelang itu mengurai. (DN/eV)

Advertisements

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here