Bos Yamaha: Sprint Race MotoGP 2023 Tak Jelas dan Berisiko

0
80
Bos Yamaha: Sprint Race MotoGP 2023 Tak Jelas dan Berisiko
Pol Espargaro (Repsol Honda) Race MotoGP Le Mans, Prancis 2022 / runganSport © MotoGP.

Mulai MotoGP 2023 ini para pembalap akan menghadapi lebih banyak balapan seiring bertambahnya kalender.

ITA, runganSport — Juga, hadirnya Sprint Race menjadikan balapan meningkat menjadi dua kali lipat.

Dengan total 21 seri sepanjang musim, maka akan ada total 42 balapan yang harus diikuti pembalap.

Sprint Race diperkenalkan mulai musim ini sebagai bagian dari usaha membuat balapan semakin menarik untuk penonton.

Tapi bos Yamaha, Lin Jarvis  masih memikirkan banyak hal tentang format baru ini, termasuk risiko yang meningkat untuk pembalap.

“Konsep ini baru untuk semua pabrikan dan semua tim,” kata Jarvis memulai.

“Jadi ada beberapa ketidakpastian untuk saat ini.

Saya tidak berpikir kami akan membutuhkan mesin tambahan karena kami mungkin akan menempuh jarak sejauh itu di musim 2023 seperti sebelumnya.

Tidak banyak yang akan berubah di sana.

Dan sejauh menyangkut anggaran, kami juga tidak mengharapkan biaya tambahan untuk suku cadang,” jelas Managing Director Yamaha Motor Racing itu kepada Speedweek.com.

Sprint Race menggantikan sesi FP4 di mana sering terjadi banyak kecelakaan.

“Tapi akan ada lebih banyak ketidakpastian dan risiko di balapan (Sprint Race) daripada di latihan bebas (FP4).

Di sisi lain, risiko jatuh semakin tinggi ketika pembalap melaju hingga limit.

Kenyataannya, banyak hal aneh yang bisa terjadi dalam balapan.

Jadi satu masalah yang mungkin kita hadapi adalah cedera pembalap.

Karena menurut saya, resiko cedera dari sprint race akan lebih tinggi dari sebelumnya,” seru pria Inggris itu.

Baca: Rekor Edan Marquez, Pembalap dengan Kemenangan Beruntun Terbanyak di Sirkuit yang Sama

Karena baru diperkenalkan, Sprint Race masih mengundang banyak tanda tanya. (rs/gp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here