Burgess: Tak Ada Pembalap Sejago Rossi di Lap Terakhir

0
13218
Burgess: Tak Ada Pembalap Sejago Rossi di Lap Terakhir
Marc Marquez (Repsol Honda) vs Valentino Rossi (Yamaha Factory Racing) Race MotoGP Laguna Seca, Amerika Serikat 2013 / runganSport © MotoGP.

Kemampuan balap Valentino Rossi belum ada tandingannya, terutama aksi-aksinya di lap-lap terakhir yang selalu mendebarkan.

Barcelona, runganSport — MotoGP musim 2021 sudah di depan mata, akan ada banyak hal baru dan menarik di tahun ini.

Salah satu yang paling dinanti-nanti adalah rider asal Italia, Valentino Rossi.

2021 akan menjadi tahun tak terlupakan baginya, karena sekarang ia akan membalap di tim Satelit, Petronas Yamaha SRT.

Bersama murid terbaiknya, Franco Morbidelli, di usia yang semakin tua Rossi akan berhadapan dengan para rider muda.

Kini ia sudah 42 tahun masih semangat untuk terus membalap, meski performa semakin menurun tapi Rossi tetaplah Rossi.

The Doctor terakhir kali juara dunia pada 2009 lalu dan terakhir menang balap pada 2017 lalu di seri Belanda.

Melihat kebelakang ketika performa Rossi menakutkan lawan-lawannya, Rossi adalah pembalap terkuat di lap-lap akhir, ia menciptakan balapan, bukan sekedar ngacir
mengejar garis finis, tapi memberikan pertunjukan yang sangat mendebarkan.

Dari 1996 hingga 2020 kemarin, Rossi sudah memecahkan hampir semua rekor, menaklukkan sembilan gelar juara dunia dan 115 kemenangan GP, ​​Rossi selalu bisa membuat lawan-lawannya terkapar.

“Tidak ada yang membalap sepandai dan secepat Rossi di lap terakhir,” kenang kepala kru lamanya, Jeremy Burgess dengan sangat yakin, sebagaimana dimuat Speedweek.

Total sejauh ini Rossi meraih 115 kemenangan dan 235 podium yang luar biasa dalam 414 Grand Prix, tapi hanya mendapat 65 posisi Pole, artinya Rossi memang jagonya balapan, karena start dari posisi berapapun akan tetap bisa berjuang dan bertarung di baris paling depan.

“Rossi adalah orang yang suka balapan,” puji test rider anyar Yamaha, Cal Crutchlow.

Maverick Vinales juga tahu betul tentang mantan tandemnya itu, meski di Kualifikasi kadang mendapat posisi start buruk, tapi Rossi selalu bisa melaju di baris depan dan
memperjuangkan kemenangan.

“Tidak masalah apakah Rossi hanya start ke-13 atau 4 dalam kualifikasi. Pada hari Minggu (saat balapan) dia selalu berjuang untuk naik podium,” cerita rider Spanyol itu.

Tapi Rossi yang sekarang bukan lagi Rossi yang dulu, dari sisi performa dan statistik hasil balapan memang menurun, tapi Rossi telah berhasil mendirikan sekolah balap yang sangat ditakuti dunia, dan sekarang sudah ada tiga anak didiknya yang berhasil menembus kelas utama MotoGP.

Baca: Honda Pakai Orang Lain Saat Presentasi, Bukan Marquez

Perlahan peran Rossi akan bergeser dari pembalap ke manajer atau pemimpin dalam tim nantinya. (DN/eV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here