Cristian Gabarrini: Skil Balap Stoner Lampaui Elektronik

0
221
Cristian Gabarrini: Skil Balap Stoner Lampaui Elektronik
Casey Stoner (Ducati) MotoGP Phillip Island, Australia 2010 / runganSport © Reuters.

Cristian Gabarrini mengatakan Casey Stoner mampu mengelola tuas gas dan konsumsi bahan bakar motor seliar Ducati dengan lebih baik daripada kemampuan elektronik.

Roma, runganSport — Pembalap asal Australia, Casey Stoner dikenal sebagai salah satu pembalap paling berbakat yang pernah dimiliki MotoGP.

Selama berkarir di Grand Prix, Stoner mengantongi dua gelar juara dunia dan berstatus Legenda pada akhirnya.

Stoner menjadi juara dunia pada 2007 bersama Ducati, motor yang terkenal garang dan rakus bahan bakar.

Kemudian dia mengulang kesuksesan pada 2011, kali ini bersama Repsol Honda.

Bicara tentang talenta Stoner, mantan kepala krunya, Cristian Gabarrini, tahu betul siapa Stoner dan sepeti apa kemampuannya di atas motor.

“Saat itu, elektronik belum berkembang seperti sekarang, jadi yang harus kami lakukan adalah mengurangi ketergantungannya; singkirkan elektronik,” ucap Gabarrini berbicara kepada Motorsport.com, memuji betapa presisinya Stoner dalam memainkan tuas gas yang lebih efektif daripada elektronik.

Tak hanya Gabarrini, orang Honda juga mengakuia kehebatan Stoner ketika dia pindah pada tahun 2011.

“Ketika Casey tiba di Honda, dia meminta agar dia mendapat kendali penuh atas tuas gas, dan bagaimana komunikasinya dengan mesin.

Saat itu, dia lebih efektif karena dia memotong lebih awal dengan akselerasi daripada yang bisa dilakukan elektronik,” puji kru Honda.

Gabarrini juga mengatakan bahwa kontrol throttle Stoner menjadi faktor kunci dalam konsumsi bahan bakar ketika kapasitas tangki bahan bakar dikurangi pada tahun 2007, langsung memberinya keunggulan performa atas para pesaingnya.

“Ducati 2007 adalah motor ekstrim, dengan mesin yang sangat bertenaga, tapi hampir tidak bisa dikendarai.

Mesin itu sangat haus bahan bakar, sangat boros sekali.

Selama bertahun-tahun, manajemen mesin telah disempurnakan, dan itulah mengapa Ducati sekarang menjadi salah satu motor terbaik di grid,” demikian pria Italia itu.

Baca: Lorenzo: Mir, Quartararo dan Bagnaia Juara Karena Marquez Cedera

Stoner keluar dari MotoGP pada akhir musim 2012 yang lalu, ketika menghabiskan tahun kedua di tim pabrikan Repsol Honda. (rs/gp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here