Dokter MotoGP Ungkap Cedera yang Paling Sering Terjadi Pada Pembalap

0
270
Dokter MotoGP Ungkap Cedera yang Paling Sering Terjadi Pada Pembalap
Enea Bastianini (Gresini Racing) MotoGP Motegi, Jepang 2022 / runganSport © MotoGP.

Apa saja cedera yang paling sering terjadi pada tubuh pembalap MotoGP?

Barcelona, runganSport — Dalam setiap tahunnya, ada banyak sekali kecelakaan yang terjadi di Grand Prix di semua jelas.

Totalnya biasa mencapai ratusan kali jatuh dan kecelakaan.

Banyak dari pembalap yang berujung dengan cedera pada tubuh mereka, baik luka berat, sedang maupun ringan.

Tim medis MotoGP yang dipimpin dokter Angel Charte, menceritakan cedera apa saja yang paling sering menghampiri pembalap.

Karena penyebab kecelakaan dan cara terjatuh mereka hampir sama. Jadi, imbas luka pada tubuh juga biasanya menyerang di titik yang sama.

Berikut beberapa cedera yang paling umum terjadi pada pembalap MotoGP, berdasarkan penjelaskaan dari sang dokter.

“Lecet, patah tulang kaki, lengan atau tangan, trauma di dada, otak…,” kata dr. Charte, berbicara dalam wawancara dengan El Mundo.

Apakah karir dr. Charte sebagai tim medis di MotoGP ada hubungannya dengan passion terhadap sepeda motor?

“Memang benar saya menyukai sepeda motor, tapi saya memulainya secara kebetulan.

Saya berada di rumah sakit saya dan suatu hari para petinggi MotoGP muncul menawarkan proyek baru kepada saya.

Itu adalah akibat dari kematian Marco Simoncelli (Malaysia, 2011).

Awalnya saya menolak. Suatu hari saya pergi ke Qatar untuk melihat balapan dan di sana saya memutuskan untuk menempatkan kondisi saya untuk mengubah beberapa hal dari sudut pandang saya yang sederhana dan keras.

Ini bukan tentang menempatkan pembalap di atas tandu, tapi tentang memberinya pilihan hidup dan satu-satunya cara untuk mencapai ini adalah bekerja di pinggir lintasan.

Baca: Bagnaia: Tak Akan Ada Pembalap Sehebat Valentino Rossi

Ini adalah visi saya, peran saya dan misi saya di sini. Mereka menerima kondisi saya dan sejak itu saya bekerja dengan tanggung jawab penuh untuk selalu mengeluarkan para pembalap dalam keadaan hidup,” demikian cerita sang dokter Spanyol itu. (rS/GP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here