Home Paddock Eks Bos Repsol Honda Ungkap Perlakukan Fans Rossi

Eks Bos Repsol Honda Ungkap Perlakukan Fans Rossi

Eks Bos Repsol Honda Ungkap Perlakukan Fans Rossi
Marc Marquez (Repsol Honda) & Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) MotoGP Sepang, Malaysia 2019 / runganSport © MotoGP.

Ada drama yang terjadi di garasai Marc Marquez usai kejadian Sepang Clash di MotoGP Malaysia 2015 silam.

Roma, runganSport — Juara dunia sembila kali, Valentino Rossi masih menjadi nama paling populer di MotoGP era sekarang.

Meski performa mulai kurang kompetitif dan usia yang semakin menua, tapi pendukung Rossi masih yang terbanyak dan selalu kompak.

Tapi ada beberapa atau sebagian dari mereka tak terlalu fanatik, dapat juga disebut dengan istilah Hooligan, atau kata sederhanya perusuh.

Hal ini disampaikan langsung oleh mantan direktur Tim Repsol Honda, Livio Suppo, pria Itali itu juga kembali mengenang drama yang terjadi di garasi Repsol Honda usai insiden kontroversial MotoGP Malaysia 2015.

“berdasarkan sejarah, suporter pembalap itu menghormati pembalap lain karena mereka dianggap sebagai pahlawan.

Rossi adalah pahlawan hebat, tapi dia memberi olahraga ini tipe suporter hooligan, yang hanya mendukung dan sependapat dengan dia di atas lintasan,” kata Suppo dalam berita yang dimuat AS.

Hal senada pernah disampaikan oleh pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pol Espargaro, yang menyebut beberapa dari penggemar berat Rossi adaah Hooligan.

Baca: Pol: Beberapa Penggemar Rossi ‘Perusuh’

Insiden Sepang Clash yang melibatkan Rossi dan rider Repsol Honda, Marc Marquez menjadi salah satu kejadian yang banyak menyedot perhatian publik dunia.

Suppo mengungkap bahwa setelah itu, di garasi Repsol Honda ada sejumlah teman Rossi yang berusaha menghampiri Marquez.

“Jelas, awalnya kami tak percaya dengan apa yang terjadi. Balapan berlangsung menarik karena duel Marquez dengan Rossi sangat intens, tapi berakhir terlalu cepat.

Kesan pertama kami adalah kami melihat Rossi sengaja mengincar Marquez. Dia melihat Marquez dan menekan dia tanpa memberi ruang,” jelas Suppo.

“Begitu Marquez sampai garasi, drama pun terjadi. Ada kebingungan karena sejumlah teman Rossi datang dan marah-marah secara agresif kepada Marquez, masuk ke garasi, teriak dan menyalahkan Marquez atas apa yang terjadi,” tambah Suppo menceritakan.

Karena kejadian Sepang Clash, Suppo menyebut Marquez menjadi pebalap yang lebih dewasa.

“Setelah itu kami pergi ke Race Direction dan itu pertama kalinya Rossi dan Marquez bertemu setelah insiden, benar-benar akhir pekan yang tidak bisa dilupakan.

Baca: Rossi Tak Dendam Meski Didepan Yamaha

Ketika itu Marquez masih 22 tahun dan semua orang menekannya,” demikian Suppo. (DN/eV)

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here