Elektronik: MotoGP Kini Pertarungan Insinyur, Bukan Lagi Murni Adu Balap

0
3988
Elektronik: MotoGP Kini Pertarungan Insinyur, Bukan Lagi Murni Adu Balap
Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gresini) MotoGP Le Mans, Prancis 2021 / runganSport © Twitter/MotoGP.

Hadirnya beragam elektronik membuat MotoGP sekarang beralih ke pertarungan insinyur, bukan lagi pertarungan pembalap di lintasan.

Roma, runganSport — MotoGP era sekarang tentu jauh berbeda dari MotoGP sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu.

Era berganti dan tren juga demikian berubah, perkembangan teknologi semakin membuat MotoGP jauh berbeda dari tahun ke tahun.

Salah satu yang menjadi fokus utama saat ini adalah peran elektronik, yang menurut sebagian besar pembalap sangat penting, tapi beberapa nama besar justeru tidak terlalu menyukainya.

Tak hanya pembalap, beberapa orang lain di paddock tim juga berseberang pendapat.

Karena peran elektronik sangat penting, menjadikan MotoGP sekarang lebih kepada pertarungan para insiyur masing-masing pabrikan, sementara perbedaan pembalap di sirkuit semakin menipis karena kehadiran teknologi.

Vittoriano Guareschi, seorang mantan pembalap motor profesional dan manajer tim balap Italia, yang pernah berkompetisi di kejuaraan balap Supersport dari 1996 sampai 1998 dan di World Superbike dari 1999 sampai 2000, memberikan pandangannya tentang pean teknologi di MotoGP, yang sekarang hampir menutupi pertarungan sebenarnya antar pembalap.

“Sekarang balapan lebih dari sekelompok insinyur daripada pembalap di lintasan.

Semua adalah pembalap yang dapat membawa motor sampai limit dan perbedaannya menjadi minimal.

Untuk pertunjukan itu baik-baik saja, tetapi olahraga haruslah sesuatu yang lain,” kata Guareschi sebagaimana diberitakan Motosan.

Singkatnya, pertarungan MotoGP yang dulunya perebutan posisi dan saling mendahului antar pembalap di lintsan kebut, kini beralih ke perang teknologi.

Baca: Balapan Beruntun Mugello-Catalunya Berbahaya Bagi Marquez

Para insiyur dan orang-orang penting di balik layak sangat mempengaruhi hasil, siapa yang punya ide dan teknologi paling canggih, maka dialah yang akan memimpin pertarungan ini. (DN/eV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here