Home Paddock Gawat! MotoGP 2020 Kemungkinan Hanya 10 Balapan

Gawat! MotoGP 2020 Kemungkinan Hanya 10 Balapan

Gawat! MotoGP 2020 Kemungkinan Hanya 10 Balapan
Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati) vs Marc Marquez (Repsol Honda) Race MotoGP Le Mans, Prancis 2019 / runganSport © MotoGP.

Karena kondisi akibat virus Corona semakin memburuk, MotoGP 2020 terancam hanya bisa gelar 10 sampai 12 balapan saja, itupun baru bisa dimulai Agustus nanti.

Paris, runganSport — Seri MotoGP Qatar 2020 telah resmi dibatalkan, dipastikan pula tak ada pengganti di masa mendatang dalam sepanjang musim 2020 ini.

Artinya, balapan yang sedianya berjumlah 20 seri, berkurang menjadi 19 seri saja.

Setelah masalah Qatar, muncul masalah baru dengan Thailand, Amerika Serikat dan Argentina yang telah menunda balapan mereka, pada akhirnya ada banyak seri menumpuk di akhir musim.

Tak hanya sampai di situ, balapan di Eropa yang berjumlah 12 seri kemungkinan juga akan ditunda ke akhir musim, yang akan menyebabkan menumpukan lebih padat lagi.

Tak mungkin para pembalap akan menjalani balapan di tiap pekannya di paruh kedua musim nanti, itu akan menjadi pekerjaan yang sangat panjang dan melelahkan.

Lalu, bagaimana solusi jika Eropa tak bisa menggelar balapan dalam waktu dekat ini sesuai jadwal, apakah seri tahu ini akan berkurang setengahnya menjadi 10 saja?

Masalah Coronavirus yang semakin ganas dan penyerabaran yang juga meluas, memaksa MotoGP mungkin saja baru bisa membuka musim pada Agustus mendatang.

Jadi, tak ada balapan sepanjang April, Mei, Juni dan Juli nanti. Jika demikian, tak mungkin 19 balapan bisa dilaksanakan dari Agustus sampai November.

Maka dari itu, pilihan lain yang muncul adalah kejuaraan hanya mengadakan sepuluh kali balapan saja.

“Dengan sepuluh balapan, Anda bisa menjalankan kejuaraan dunia yang layak jika itu perlu,” kata Direktur KTM Motorsport, Pit Beirer sebagaimana dimuat Speedweek.

Pada dasarnya, kontrak antara Dorna Sport dan FIM bahwa mereka harus menggelar minimal 13 balapan dalam satu musim, itu adalah jumlah seri paling rendah yang tertulis dalam kesepakatan mereka.

Dalam kondisi normal, Dorna telah merencanakan 20 balapan, tapi bagaimana dalam kondisi sulit seperti sekarang, apakah bisa menjalankan balapan di bawah 13 kali.

“Saat ini kami tidak tahu berapa Grand Prix yang dapat berlangsung musim ini,” akui bos IRTA, Herve Poncharal.

“Pada akhirnya, saya setuju dengan Pit Beirer. Mungkin kita bisa beruntung jika kita bisa melakukan sepuluh atau dua belas balapan.

Karena tidak ada yang tahu kapan kita bisa mulai lagi.
Bisa di bulan Juni atau Juli. Grand Prix pernah menggelar hanya dua belas balapan, yaitu di zaman Rainey, Doohan, Schwantz dan Gardner,” tambah pria Prancis itu.

“Dalam situasi khusus seperti hari ini, keputusan luar biasa harus dibuat dan standar lain harus diterapkan.

Bahkan jika ada jumlah minimum balapan yang ditentukan, kita dapat memodifikasi paragraf (dalam surat kesepakatan), ini karena kita berada dalam situasi krisis,” tambahnya.

Baca: Syarat Lorenzo Kembali Balapan, Setim dengan Rossi di Petronas

Kalender sementara saat ini menempatkan Jerez sebagai pembuka musim di awal Mei, kemdian akan diikuti oleh Le Mans dan Mugello. Tapi ketiga balapan ini sangat mungkin tertunda atau batal karena belum ada tanda-tanda virus Corona surut dari Eropa. (DN/eV)

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here