Home Paddock Honda Juga Heran Kenapa Marquez Bisa Rebah 66 Derajat

Honda Juga Heran Kenapa Marquez Bisa Rebah 66 Derajat

Honda Juga Heran Kenapa Marquez Bisa Rebah 66 Derajat
Marc Marquez (Repsol Honda) Latihan Bebas 2 MotoGP Sachsenring, Jerman 2019 / runganSport © Twitter/Marc Marquez.

Marc Marquez melintasi Tikungan 3 sirkuit Sachsenring saat FP2 MotoGP Jerman lalu, dengan rebahan di angka 66 derajat.

Madrid, runganSport — Faktanya, rider asal Spanyol, Marc Marquez adalah fenomena yang tak bisa disangkal oleh siapapun, termasuk orang-orang Honda sendiri yang kadang-kadang bisa juga menjadi heran oleh aksi Marquez.

Insinyur Honda bertanya-tanya tentang kemampuan Marquez dalam melibas tikungan hingga 66°.

Angka tersebut tidak dapat mereka pahami, karena tidak bisa menganalisis dengan, bagaimanapun, lebih banyak data daripada yang dibutuhkan, disaring oleh elektronik. Ketika seseorang pada titik ini, jelas bahwa satu intrik.

Untuk mengejutkan orang Jepang, terutama yang bekerja di Honda, Anda harus bangun pagi-pagi. Tapi itulah yang berhasil dilakukan Marquez dengan melibas tikungan menggunakan mesin RC213V terbarunya.

Rekornya adalah rebahan 66°. Suatu prestasi yang tidak tak dia duga sebelumnya.

“Ini terlalu banyak (rebah), kita harus mengusahakannya (mencari yang terbaik),” kata Marquez tentang situasinya.

“Saya tidak benar-benar tahu apa itu, salah satu alasannya adalah bahwa motornya agak lambat musim ini di tikungan, jadi saya mencoba untuk lebih rebah lagi di tikungan,” sambung anak Cervera itu.

Takeo Yokoyama yang menjabat Manajer Proyek MotoGP untuk Honda Racing Corporation, juga bertanya-tanya tentang raihan gila ini.

“65 derajat, sangat banyak, sangat mengesankan” komentarnya atas kinerja Marquez sebagaimana dimuat Paddock-GP.

“Sejujurnya, ketika kami mendesain motor ini, tidak ada dari kami yang mengharapkan seorang pembalap mencapai 65 derajat.

Ketika Marquez mengambil tikungan ini, dia pasti menyentuh atau menyeret sesuatu, seperti fairing,” sambung Yokoyama bertanya-tanya dengan nada heran.

Rebahan di tikungan tentu ada batas maksimalnya, tapi sampai mana batasnya?

“Di mana batasannya, saya tidak tahu, jika Anda bertanya lagi dalam lima tahun, bisa jadi Marquez mencapai 70 derajat. Mungkin kita harus bertanya pada Michelin,” seru pria Jepang itu.

Faktor-faktor dari efek gyroscopic, berat, ukuran dan gaya pembalap sangat berperan dalam mencapai sudut. Dan di sini, Marquez tampaknya punya alkimia untuk menantang nilai-nilai ekstrem. (DN/eV)

NEXT: Dengan Pedrosa, KTM Yakin Bisa Sukses

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here