Home Paddock Honda Ternyata Tahu Tak Bisa Menang Tanpa Marquez

Honda Ternyata Tahu Tak Bisa Menang Tanpa Marquez

Honda Ternyata Tahu Tak Bisa Menang Tanpa Marquez
Marc Marquez (Repsol Honda) MotoGP Silverstone, Inggris 2019 / runganSport © MotoGP.

Honda tahu bahwa tanpa Marc Marquez, mereka tak bisa memenangkan apapun, karena tiga rider lainnya begitu kesulitan dengan RC213V.

Madrid, runganSport — Rider muda penuh talenta kebanggan Cervera, Marc Marquez menginjakkan kakinya pertama kali di kelas utama Grand Prix pada musim 2013 silam.

Marquez menjadi suksesor Legenda MotoGP Australia, Casey Stoner.

Di seri Le Mans 2012, Stoner mengumumkan bahwa ia pensiun di akhir musim tersebut, tongkat estapet kemudian dipegang oleh Marquez.

Tak butuh waktu lama, Marquez langsung menjadi juara dunia di musim debutnya pada 2013, kemudian dilanjutkan dengan gelar lain di 2014.

Hanya di 2015 Marquez gagal menjadi juara dunia usai hanya finis ketiga di klasemen akhir.

Pada 2016, 2017 dan 2018 kemarin, The Baby Alien kembali menjadi juara dunia tanpa tanding, dengan perlawanan tak berarti.

Total, jagoan Spanyol itu telah menjadi juara dunia sebanyak lima kali dari enam musim awal di MotoGP.

Sekitar 2013 sampai 2016, mantan rekan setimnya, Dani Pedrosa masih mampu mengimbangi laju Marquez di Repsol Honda, sehingga Marquez bukan satu-satunya si penaklik liarnya RC213V.

Tapi sejak kepergian Pedrosa pada akhir 2018 kemarin, teman paddock kemudian berganti ke pria keren Spanyol lainnya, dia adalah Jorge Lorenzo.

Sayang seribu sayang, sepeninggal Pedrosa, Marquez seakan menjadi petarung tunggal di Repsol Honda.

Dominasi Marquez tak sanggup diikuti oleh Lorenzo dan rider Honda lainnya yang mendapat spek pabrikan, Cal Cructhlow (LCR Honda Castrol).

Apalagi Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) yang pada dasarnya menggunakan motor satelit.

Paruh pertama MotoGP musim 2019 ini menjadi kondisi paling nyata di kubu Honda, dimana Marquez begitu tangguh dan tiga rider lainnya kesusahan.

Crutchlow, Lorenzo dan Nakagami gagal mendominasi Honda dengan cara yang sama seperti yang dilakukan Marquez.

“Ini adalah salah satu paradoks hebat yang dimiliki bocah ini sejak dia debut di MotoGP pada tahun 2013,” kata Komentator DAZN, Jaime Alguersuari sebagaimana dimuat Motosan Es.

Alguersuari juga menyebut jika MotoGP saat ini menjadi salah satu momen terbaik dalam sejarah. Dan Honda adalah pihak yang paling untung dengan adanya Marquez, karena semua gelar juara dunia yang telah dimenangkan oleh #MM93 akan menjadi milik mereka.

Tapi di sisi lain Honda sadar mereka tak bisa menang seperti sekarang jika tak ada Marquez.

Baca: Yamaha Ingatkan Honda, Bahaya Tanpa Marquez

“Honda tahu bahwa tanpa Marquez mereka tidak akan memenangkan apa pun.

Tetapi ini juga fantastis karena pembalap lain sangat kesulitan dengan motor Honda.

Contoh yang jelas adalah ketika Pedrosa pergi, tidak ada yang berkata buruk karena dia meninggalkan seorang pembalap yang menang dengan motor itu dan siapa yang tahu motor itu, bahkan jika dia tidak memenangkan gelar juara dunia.

Ketika Marquez tiba di 2013, Pedrosa tertinggal seratus setengah poin di belakang rekannya itu,” kata Alguersuari melanjutkan. (DN/eV)

NEXT: Vinales: Yamaha 2020 Masih di Bawah Honda-Ducati

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here